Bank Mandiri Perkuat UMKM Kreatif, Dorong Ekonomi Kerakyatan Tumbuh Berkelanjutan

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 5 Februari 2026 1 jam yang lalu
Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam memperkuat UMKM kreatif sebagai motor ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan, pendampingan usaha, dan digitalisasi layanan keuangan. Melalui program Rumah BUMN, Livin’ Merchant, serta kolaborasi dengan ASEPHI dalam Inacraft 2026, Bank Mandiri mendorong UMKM meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, hingga menembus pasar global secara berkelanjutan. (Foto: Dok MI/BMRI)
Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam memperkuat UMKM kreatif sebagai motor ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan, pendampingan usaha, dan digitalisasi layanan keuangan. Melalui program Rumah BUMN, Livin’ Merchant, serta kolaborasi dengan ASEPHI dalam Inacraft 2026, Bank Mandiri mendorong UMKM meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, hingga menembus pasar global secara berkelanjutan. (Foto: Dok MI/BMRI)

Jakarta, MI — Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan terus digencarkan Bank Mandiri melalui pengembangan UMKM kreatif di berbagai daerah. Bank pelat merah ini menempatkan UMKM sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan strategi pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga digitalisasi layanan keuangan.

Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, menegaskan bahwa UMKM tidak hanya menjadi penopang lapangan kerja, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.

“Pendekatan kami tidak semata pembiayaan, tetapi membangun ekosistem usaha yang kuat agar UMKM mampu naik kelas dan berkelanjutan. Ini bagian dari komitmen kami memperluas ekonomi kerakyatan,” ujar Jan Winston, Rabu (4/2/2026).

Penguatan tersebut dijalankan secara konsisten melalui program Rumah BUMN yang berfokus pada pembinaan terstruktur. Hingga kini, lebih dari 15.000 UMKM telah mendapat pendampingan intensif, dan sekitar 7.000 pelaku usaha berhasil meningkatkan skala usahanya. Program ini dinilai efektif dalam memperluas akses pasar serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM.

Dari sisi pembiayaan, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit UMKM sebesar Rp74,9 triliun sepanjang Januari hingga November 2025. Penyaluran ini diiringi dengan pemanfaatan teknologi digital melalui Livin’ Merchant, layanan point of sales terintegrasi yang telah digunakan lebih dari 3 juta pelaku usaha untuk mendukung efisiensi dan transparansi transaksi.

Komitmen terhadap UMKM kreatif semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dalam penyelenggaraan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026. Pameran ini menjadi wadah strategis bagi UMKM kriya dan fesyen untuk memperluas jejaring bisnis serta menembus pasar internasional.

Jan Winston menyebut, kolaborasi tersebut membuka ruang promosi sekaligus memperkuat identitas produk lokal berbasis budaya dan kearifan daerah. “Inacraft menjadi titik temu antara kreativitas, nilai budaya, dan peluang pasar global bagi UMKM nasional,” katanya.

Bank Mandiri
Bank Mandiri mempercepat penguatan UMKM kreatif sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan melalui strategi terpadu yang menggabungkan pembiayaan, pendampingan berkelanjutan, dan digitalisasi transaksi. Dukungan melalui program Rumah BUMN, pemanfaatan Livin’ Merchant, serta kolaborasi dalam Inacraft 2026 diarahkan untuk mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun global. (Foto: Dok MI/BMRI)

Sepanjang 2025, Inacraft diikuti lebih dari 2.500 tenant UMKM dari berbagai wilayah dengan jumlah pengunjung menembus 140.000 orang. Partisipasi tersebut mencerminkan besarnya potensi sektor kriya sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kreatif nasional.

Dalam gelaran Inacraft 2026, Bank Mandiri menghadirkan sejumlah UMKM binaan seperti Lavira Instyle, Antingz Bags, House of Thalita, Edith House, Deisha Keisha, dan Ghawean Dewe. Kehadiran booth UMKM ini difokuskan pada penguatan merek, promosi produk, serta perluasan akses pasar domestik dan internasional.

Selain itu, Bank Mandiri turut mendorong praktik usaha berkelanjutan melalui program Mandiri Looping for Life. Program ini menggandeng brand kriya Rue sebagai representasi sinergi antara kreativitas, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing produk lokal.

Rangkaian inisiatif tersebut sejalan dengan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri yang diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui pembukaan rekening, aktivasi EDC, serta peningkatan adopsi Livin’ Merchant. Langkah ini mempercepat digitalisasi transaksi dan memperluas akses layanan keuangan formal bagi pelaku usaha kecil.

Selama Inacraft 2026 berlangsung, Bank Mandiri menghadirkan beragam program promo dan transaksi, mulai dari cashback, raffle berhadiah, cicilan nol persen, hingga penukaran Livin’poin. Program akuisisi nasabah juga disiapkan melalui pembukaan tabungan, aktivasi layanan digital, serta penawaran khusus kartu kredit dan kredit mikro produktif.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar UMKM semakin tangguh dan menjadi pilar utama pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” tutup Jan Winston.

Informasi selengkapnya mengenai Inacraft 2026 dapat diakses melalui bmri.id/inacraftfeb2026.

Topik:

Bank Mandiri UMKM Ekonomi Kerakyatan UMKM Kreatif Inacraft 2026 Rumah BUMN Livin Merchant Ekonomi Kreatif Pembiayaan UMKM Inklusi Keuangan