Tak Ada Ampun, Pemerintah Ancam Pidana Pelaku Goreng Saham

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 1 Februari 2026 10:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Foto: Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tak akan tinggal diam menghadapi praktik spekulatif di pasar modal, termasuk manipulasi harga saham atau saham gorengan.

Menurut Airlangga, praktik-praktik ini berisiko merusak pasar saham dan meugikan investor dalam. Tak hanya itu, praktik goreng-goreng saham juga dinilai mencederai kredibilitas dan integritas pasar modal Indonesia.

"Terkait dengan penertiban praktik spekulatif yang merusak pasar, pemerintah tidak menolerir, sekali lagi pemerintah tidak menolerir praktik manipulatif, share pricing atau saham gorengan manipulatif," tegas Airlangga dalam konferensi pers, di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026).

"Penyalahgunaan dan manipulasi pasar tidak hanya berdampak pada harga saham dan kepentingan investor, tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional," sambungnya.

Ia juga menegaskan, praktik ilegal semacam itu ikut menghambat masuknya investasi asing. Padahal, menurutnya, penanaman modal dari luar negeri sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, Airlangga memastikan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan praktik melanggar hukum tersebut. 

"Pemerintah akan mendukung penuh proses hukum agar berjalan sesuai dengan aturan," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya akan melakukan penguatan pengawasan dan penegakan hukum di pasar modal dengan segera memulai penyelidikan aksi goreng-menggoreng saham atau manipulasi pasar.

“Kami juga dalam penanganan hukum yang memberikan efek jera serta penguatan pengawasan market conduct termasuk kepada para influencer,” ujar Fridirica.

Langkah ini diambil sebagai respons pemerintah dan regulator pasar modal menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan Rabu dan Kamis lalu.

IHSG tercatat merosot hingga 8% setelah muncul sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan kebijakan indeks khusus saham Indonesia. 

Keputusan tersebut dipicu masih adanya persoalan serius terhadap transparansi kepemilikan saham dan mekanisme penilaian free floatyang belum memadai.

Selain itu, MSCI juga menyoroti data kepemilikan saham dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) belum cukup bisa diandalkan dan peningkatan data dari BEI belum mengatasi masalah fundamental terkait investability dan pembentukan harga yang wajar.

Topik:

bei saham-gorengan airlangga-hartarto