Proyeksi INDEF: Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Hanya 5%

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 6 Januari 2026 16:32 WIB
INDEF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Sebesar 5% (Foto: Ist)
INDEF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Sebesar 5% (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Lembaga independen Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 hanya berada di kisaran 5%. Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan target pemerintah yang mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%.

Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menyampaikan, proyeksi tersebut tertuang dalam laporan Prospek Ekonomi 2026 yang dirilis INDEF. Menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan menghadapi tekanan dari berbagai faktor.

Pertama, ketidakpastian global yang meningkat, baik akibat geopolitik, perlambatan ekonomi Tiongkok, maupun fragmentasi perdagangan global yang menekan kinerja ekspor, arus modal, dan nilai tukar.

Kedua, pemulihan konsumsi domestik dinilai masih rapuh. Tekanan harga pangan dan energi serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat konsumsi rumah tangga belum mampu menjadi penopang pertumbuhan yang lebih tinggi.

"Investasi belum ekspansif dan kurang produktif, masih bertumpu pada proyek padat modal dengan efek pengganda kecil," tulisnya dalam keterangan tersebut, dikutip Selasa (6/1/2026).

Kondisi pasar tenaga kerja juga diperkirakan masih rentan. Struktur ketenagakerjaan yang masih didominasi pekerja sektor informal dan mismatch keterampilan. Situasi ini membatasi kenaikan pendapatan rumah tangga dan berimplikasi pada tingkat kemiskinan serta ketimpangan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, INDEF memproyeksikan nilai tukar rupiah pada 2026 berada di kisaran Rp17.000/US$, tingkat inflasi sebesar 3%, tingkat pengangguran terbuka 4,75%, tingkat kemiskinan 8,45%, serta rasio gini di kisaran 0,373.

Di sisi lain, pandangan yang lebih optimistis disampaikan Chief Economist Mandiri Sekuritas, Rangga Cipta. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih kuat pada 2026, seiring membaiknya eksekusi anggaran pemerintah dan pulihnya aktivitas investasi swasta. 

Rangga memperkirakan perekonomian nasional dapat tumbuh di kisaran 5,2% pada 2026.

"Di 2026 kita melihat pertumbuhan PDB bisa improve ke 5,2% dari yang 5% di 2025," ujar Rangga dalam agenda Mandiri Sekuritas Outlook di Jakarta, Selasa (9/12/2025). 

Rangga menjelaskan, melambatnya belanja pemerintah pada awal 2025 disebabkan oleh proses konsolidasi organisasi dan penyesuaian anggaran yang lazim terjadi pada tahun pertama pemerintahan baru. Namun, memasuki paruh kedua 2025, ia melihat percepatan signifikan pada belanja fiskal dan pelaksanaan program pemerintah. 

"Kita lihat Manufacturing PMI sudah naik, belanja retail juga naik, dan bahkan Consumer Confidence itu juga naik. Nah, sehingga berangkat dari situ, kalau eksekusi ini bisa berjalan konsisten di 2026, dan tidak ada lagi proses pemangkasan atau rekonsiliasi dari budget seperti di awal tahun, kita harusnya melihat kontribusi fiskal ini ke pertumbuhan akan lebih baik," tuturnya. 

Topik:

ekonomi-indonesia indef