Puluhan Pegawai Bea Cukai Dipecat, 33 Orang Lagi Nyusul
Jakarta, MI - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memberhentikan 27 pegawai sepanjang 2024 terkait kasus fraud dan pelanggaran disiplin berat. Sementara di 2025, proses penjatuhan hukuman telah dilakukan terhadap 33 pegawai dengan pelanggaran serupa.
"Bea Cukai berkomitmen akan menindaklanjuti secara tegas pelanggaran disiplin oleh pegawai," ujar Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto dalam keterangan tertulis.
Nirwala menyebut pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas kinerja, termasuk memperkuat integritas sumber daya manusia (SDM), terutama setelah adanya ancaman pembekuan jika perbaikan tidak terjadi dalam setahun ke depan.
"Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti secara tegas setiap pelanggaran disiplin, sebagai bagian dari penguatan kualitas dan integritas SDM Bea Cukai," kata Nirwala.
Ia menambahkan, sepanjang 2025, kinerja DJBC menunjukkan hasil yang solid melalui penguatan pengawasan, penindakan pelanggaran kepabeanan dan cukai, serta optimalisasi penerimaan negara. Kinerja ini dibangun melalui keseimbangan antara fungsi fasilitasi, penerimaan dan pengawasan.
"Keseimbangan ketiganya menjadi fondasi penting untuk menjaga kepatuhan, melindungi industri dalam negeri, serta memastikan penerimaan negara tetap terjaga," tuturnya.
Dari sisi penerimaan, Bea Cukai telah mengumpulkan sebesar Rp 269,4 triliun hingga November 2025. Jumlah itu tumbuh 4,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), dengan capaian 89,3% dari target APBN 2025.
Rincian realisasi penerimaan menunjukkan bea masuk sebesar Rp 44,9 triliun atau menurun 5,8%. Sementara itu, bea keluar tercatat Rp 26,3 triliun, meningkat 52,2%, didorong terutama oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
Untuk sektor cukai, penerimaan mencapai Rp 198,2 triliun, tumbuh 2,8% (yoy) meskipun produksi rokok, khususnya rokok golongan I, mengalami penurunan.
"Capaian ini menunjukkan ketahanan penerimaan di tengah dinamika ekonomi dan industri," ucap Nirwala.
Topik:
beacukai pegawai-beacukai djbc fraud