Tunjuk Sahroni Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR; Apakah NasDem Miskin Kader?
Jakarta, MI - Penunjukan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI setelah dinonaktifkan sejak tanggal 31 Agustus 2025 menuai kritik. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai, partai besutan Surya Paloh tersebut miskin kader yang berintegritas.
"Kritik yang sama kita tujukan kepada Partai NasDem karena NasDem yang mengajukan usulan Sahroni kepada pimpinan DPR untuk menjadi salah satu pimpinan Komisi III DPR. Apakah Partai NasDem miskin kader sehingga tidak ada orang lain yang dianggap pantas untuk mewakili NasDem sebagai pimpinan Komisi III DPR, tidak harus Sahroni," kata peneliti Formappi, Lucius Karus kepada monitorindonesia.com, Kamis (19/2/2026).
Ia juga mengkritik DPR secara kelembagaan karena menetapkan Sahroni sebagai salah satu pimpinan Komisi III DPR RI.
"Bisa jadi ada kongkalikong antara pimpinan DPR RI dengan partai NasDem yang memuluskan Sahroni menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR. Kita tidak tahu apa isi kongkalikong tersebut, tapi kita patut menduga itulah yang kemudian Sahroni mulus menjadi Wakil Ketua Komisi III lagi karena akal sehat kita sulit untuk menerima Sahroni pernah ditolak publik, tapi tiba-tiba DPR RI dan Partai NasDem melupakan semua itu dan mempercayakan Sahroni jadi wakil," kata Lucius.
Tak hanya itu, pimpinan DPR RI sendiri telah merusak kehormatan DPR RI.
"Ini merusak kehormatan DPR sendiri dan DPR sering mengatakan bahwa ini adalah lembaga terhormat dan kemudian posisi atau jabatan orang-orang didalamnya tidak bisa dibedakan mana yang terhormat dan mana yang tidak terhormat, itu menggerogoti kehormatan DPR RI. DPR sendiri yang membuat kredibilitas lembaga terhormat itu dipertanyakan oleh publik," sebut Lucius.
Topik:
Ahmad Sahroni Partai NasDem Formappi Lucius Karus Wakil Ketua Komisi III DPR