Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 18 Maret, Volume Kendaraan Tembus 3,67 Juta

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 19 Februari 2026 7 jam yang lalu
Ilustrasi arus mudik lebaran. (Foto: Dok Istimewa)
Ilustrasi arus mudik lebaran. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3). Pada hari tersebut, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta diperkirakan mencapai 259 ribu unit.

Prediksi ini didasarkan pada Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026. Dalam survei tersebut, total lalu lintas keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa selama periode H-10 hingga H+11 diproyeksikan mencapai 3,67 juta kendaraan.

“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan sekitar 259 ribu kendaraan,” ujar Dudy dalam keterangan resminya yang dikutip dari laman Kemenhub, Kamis (19/2/2026).

Survei tersebut disampaikan dalam pertemuan Menhub dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/2/2026), yang membahas kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

Dudy menjelaskan, DKI Jakarta menjadi salah satu daerah dengan tingkat mobilitas tertinggi di Indonesia. Sebagian besar pemudik berasal dari Jakarta dan Jawa Barat, dengan tujuan utama Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

“Dengan potensi pergerakan yang besar, dukungan penuh dari Pemprov DKI sangat dibutuhkan, termasuk pembentukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026,” katanya.

Menhub juga menekankan pentingnya kesiapan armada melalui ramp check, pengawasan simpul transportasi khususnya terminal Tipe A, pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta konsolidasi program mudik gratis.

Selain itu, ia mendorong peningkatan akses dan layanan angkutan feeder menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara guna memperlancar pergerakan penumpang, terutama ke titik keberangkatan mudik gratis.

Dari sisi lalu lintas, pengawasan dan rekayasa diminta dilakukan secara situasional, meliputi penempatan petugas di titik rawan macet, pemantauan CCTV, kesiapan jalur alternatif, serta pengaturan arus kendaraan saat puncak mudik dan arus balik.

“Informasi mudik dan sosialisasi keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi, juga harus diperkuat,” tegas Dudy.

Arus Balik Lebaran 2026

Untuk arus balik, survei yang sama memproyeksikan lalu lintas masuk Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, dan GT Cikupa mencapai 3,54 juta kendaraan selama periode H-10 hingga H+11.

“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) dengan volume sekitar 285 ribu kendaraan,” tutup Dudy.

Topik:

arus-mudik-lebaran-2026 arus-mudik-lebaran mudik-lebaran mudik-lebaran-2026 lebaran-2026