Viral Isu Ledakan Tambang Emas Pongkor, Ini Faktanya

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 15 Januari 2026 08:42 WIB
Tambang emas Pongkor (Foto: Istimewa)
Tambang emas Pongkor (Foto: Istimewa)

Bogor, MI - Informasi soal ledakan di Tambang Emas Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sempat membuat geger masyarakat. Kabar itu tersebar luas melalui media sosial, dipicu oleh video yang menampilkan kepulan asap dari dalam lubang tambang, disertai narasi tentang ledakan hebat dan klaim adanya ratusan korban.

Video dan klaim itu dengan cepat memicu kepanikan publik, menjadi trending di sejumlah platform daring. Namun, setelah dilakukan pengecekan, kabar tersebut dipastikan tidak benar.

General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menegaskan bahwa tidak ada ledakan yang terjadi di area tambang emas Pongkor. Ia menyebut kabar yang beredar di publik sebagai informasi menyesatkan.

“Kami menegaskan bahwa berita yang beredar tidak benar. Tidak ada ledakan di area pertambangan Pongkor,” kata Nilus, Rabu (14/1/2026) malam.

Menurut Nilus, peristiwa yang sebenarnya terjadi hanyalah kemunculan asap di salah satu level tambang pada Selasa (13/1/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Menanggapi kondisi tersebut, manajemen PT Antam segera mengambil tindakan cepat dengan mengutamakan keselamatan pekerja. Seluruh karyawan yang berada di area terdampak langsung dievakuasi.

Perusahaan juga segera melaporkan insiden ini kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor.

“Dari pengecekan yang kami lakukan secara menyeluruh, tidak ditemukan korban sebagaimana kabar yang beredar,” ujar Nilus.

Ia menegaskan bahwa klaim tentang 700 orang yang terjebak di dalam tambang sama sekali tidak benar. Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari insiden tersebut.

Penyelidikan terkait kemunculan asap juga dilakukan oleh Kepolisian Resor Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengatakan asap terdeteksi di salah satu level tambang sekitar pukul 00.30 WIB, meskipun sumber pastinya masih belum dapat dipastikan.

“Kondisi di dalam lubang tambang masih belum aman untuk dimasuki karena kadar gas karbon monoksida masih tinggi,” ucap Wikha.

Tidak ada ledakan maupun korban dalam peristiwa tersebut. Evakuasi pekerja, kata dia, sudah dilakukan sesaat setelah asap muncul.

Hal serupa disampaikan Nilus Rahmat. Ia menjelaskan bahwa kemunculan asap di Level 700 disertai peningkatan kadar karbon monoksida hingga 1.200 ppm, jauh melebihi batas aman.

Kondisi ini diduga berasal dari kayu penyangga yang terbakar di dalam tambang. “Situasinya sangat berbahaya, sehingga aktivitas di area terdampak langsung kami hentikan sementara,” jelasnya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, juga turun meninjau lokasi bersama aparat keamanan untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Ia menegaskan, isu tentang ratusan korban sama sekali tidak sesuai fakta. “Angka 700 yang beredar itu bukan jumlah korban, melainkan istilah level kerja di dalam tambang, yakni Level 700,” tutur Rudy.

Meski kabar soal ledakan dipastikan tidak benar, pemerintah daerah menegaskan akan menelusuri setiap informasi yang beredar dan menyampaikannya kepada publik berdasarkan data dan fakta di lapangan.

Topik:

tambang-emas-pongkor pt-antam hoaks asap