Misi Perdamaian Gaza: 8.000 Prajurit TNI Disiapkan Berangkat Juni 2026

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 18 Februari 2026 2 jam yang lalu
Sebanyak 8000 Prajurit TNI akan Berangkat ke Gaza pada Juni 2026 (Foto: Istimewa)
Sebanyak 8000 Prajurit TNI akan Berangkat ke Gaza pada Juni 2026 (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan sebanyak 8.000 prajurit penjaga perdamaian siap diberangkatkan ke Gaza, Palestina, pada akhir Juni 2026. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Donny Pramono, menjelaskan bahwa kesiapan tersebut berarti pasukan sudah melalui tahapan persiapan yang dibutuhkan dan dapat diberangkatkan sewaktu-waktu. Namun demikian, jadwal keberangkatan tetap menunggu keputusan politik negara serta mekanisme internasional yang berlaku.

“Rencana pengiriman sekitar 8.000 personel masih dalam tahap persiapan dan menunggu keputusan Presiden [Prabowo Subianto],” kata Donny, dikutip Rabu (18/2/2026). 

Di lingkungan internal TNI, rapat terkait penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia masih di tahap penetapan format kekuatan. Pasukan disiapkan dalam bentuk brigade komposit dengan total kekuatan 8.000 personel.

Untuk tahapan waktunya, agenda yang disusun meliputi pemeriksaan kesehatan dan penyiapan administrasi hingga Februari; gelar kesiapan pasukan pada akhir Februari; sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026; dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap mengerahkan hingga 20.000 putra dan putri bangsa untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain seperti Ukraina, Sudan, dan Libya.

Presiden menegaskan bahwa pengiriman pasukan penjaga perdamaian hanya akan dilakukan setelah persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan itu disampaikan Prabowo di sela-sela Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-80 yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Selasa (23/9/2026) waktu setempat.

"Jika dan ketika Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB memutuskan, Indonesia siap untuk mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih dari putra-putri kami," kata Prabowo.

Topik:

tni dewan-perdamaian-gaza palestina