139 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Sumatra

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 18 Februari 2026 2 jam yang lalu
Sebanyak 139 orang masih hilang akibat banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh (Foto: Repro)
Sebanyak 139 orang masih hilang akibat banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh (Foto: Repro)

Jakarta, MI - Tiga bulan setelah bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November 2025, proses pemulihan masih menyisakan duka mendalam. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan sebanyak 139 orang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Data tersebut disampaikan Tito selaku Kepala Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra unsur pemerintah saat rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR, Rabu (18/2/2026).

Selain korban hilang, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.205 orang. Sementara itu, jumlah pengungsi di tenda kini tersisa 12.994 orang.

"Yang meninggal dunia, dalam data kita adalah 1.205 orang, dan yang hilang 139 orang, dan pengungsi juga tadinya 2 juta lebih sekarang menjadi lebih kurang 12.994 orang yang ada di tenda," tutur Tito.

Tito memaparkan, dari 139 orang yang masih hilang, 70 di antaranya berasal dari Sumatera Barat, 40 di Sumatera Utara, dan 29 korban dari Aceh.

Untuk korban meninggal dunia yang totalnya mencapai 1.205 jiwa, rinciannya 267 berasal dari Sumatera Barat, 376 dari Sumatera Utara, dan 562 dari Aceh. Sementara itu, jumlah pengungsi terbanyak saat ini berada di Provinsi Aceh, tepatnya di Aceh Utara sebanyak 12.144 orang.

Selain itu, sebanyak 5.197 orang tersebar di Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireun, Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Nagan Raya. 

Di Sumatera Utara, masih ada sekitar 850 warga yang bertahan di pengungsian.

"Untuk Sumbar pengungsi dalam catatan kami dan kami cek seluruh kepala daerah yang ada itu sudah nol, tidak ada lagi yang tinggal di tenda," pungkas Tito.

Topik:

pemulihan-bencana banjir-bandang longsor sumatera aceh korban-hilang