P2MI Gandeng RUSAL Rusia, Lulusan SMK Siap Tembus Industri Global

Rizal Siregar
Rizal Siregar
Diperbarui 26 Januari 2026 19:54 WIB
Menteri P2MI Mukhtarudin bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Tolchenov. (Dok. MI)
Menteri P2MI Mukhtarudin bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Tolchenov. (Dok. MI)

Jakarta, MI -  Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) membuka peluang baru kerja sama ketenagakerjaan internasional dengan Rusia. Peluang tersebut mengemuka setelah Menteri P2MI Mukhtarudin menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Tolchenov, bersama perwakilan perusahaan aluminium terbesar dunia, RUSAL, Alexey B. Mirskiy.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026), menandai dimulainya kerja sama strategis kedua negara dalam pengiriman tenaga kerja profesional dan terampil (high-skilled workers).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Mukhtarudin menyambut baik rencana RUSAL untuk menempatkan 50 lulusan SMK terpilih Indonesia dalam program pengembangan tenaga kerja berkeahlian tinggi. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing global pekerja migran Indonesia melalui kemitraan dengan perusahaan multinasional.

“Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, kementerian yang baru dibentuk ini memiliki mandat penuh untuk mengelola siklus pekerja migran secara menyeluruh, mulai dari vokasi, penempatan, hingga pemberdayaan,” ujar Mukhtarudin, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan, orientasi pengiriman pekerja migran ke depan akan diarahkan pada sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi. Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia perlu disalurkan ke pasar kerja global yang membutuhkan tenaga terampil.

“Fokus kami adalah menggeser penempatan dari sektor domestik ke sektor profesional. Rusia menjadi mitra strategis untuk menyerap potensi tenaga kerja muda Indonesia,” katanya.

Perwakilan RUSAL, Alexey Mirsky, menjelaskan bahwa 50 lulusan SMK terbaik Indonesia akan mengikuti program pendidikan dan peningkatan keterampilan di Rusia. Program tersebut meliputi satu tahun pelatihan bahasa Rusia dan satu tahun pendalaman keahlian teknis.

Pelatihan akan difokuskan pada lima bidang utama, yakni konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik. Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta akan memperoleh kontrak kerja selama lima tahun.

“Untuk sektor welder, misalnya, jika peserta mencapai grade 6 sesuai standar Rusia, mereka berpeluang memperoleh gaji hingga 200.000 rubel,” jelas Alexey.

Program ini juga mengusung skema berbagi pengetahuan. Sebanyak 25 peserta akan ditempatkan bekerja di Rusia, sementara 25 lainnya kembali ke Indonesia untuk terlibat dalam proyek strategis atau kantor perwakilan perusahaan Rusia, termasuk rencana pembangunan fasilitas pengilangan.

Menanggapi tawaran tersebut, Menteri Mukhtarudin menyatakan kesiapan Kementerian P2MI untuk menyiapkan kandidat dengan kemampuan dasar yang kuat. Pihaknya akan melakukan sinkronisasi kurikulum, khususnya di bidang pengelasan, agar standar kompetensi Indonesia selaras dengan sistem sertifikasi Rusia.

“Kami akan menyiapkan pekerja migran terbaik yang sehat jasmani dan rohani, serta memiliki dasar teknis yang mumpuni,” tegasnya.

Untuk 25 peserta yang kembali ke Indonesia, Mukhtarudin memastikan akan menggandeng Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, serta kementerian terkait lainnya agar mereka langsung terserap di proyek strategis nasional atau investasi Rusia di Tanah Air.

“Saat ini kami telah memiliki nota kesepahaman dengan 12 kementerian, termasuk BUMN. Ke depan, kerja sama ini akan diperluas ke sektor investasi dan hilirisasi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat segera menyusun nota kesepahaman (MoU) dan proposal kerja sama teknis. Proses rekrutmen ditargetkan dimulai sebelum Mei 2026, dengan rencana pemberangkatan peserta pada September 2026.

Kerja sama ini menjadi bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan “SMK Go Global”, sekaligus memperkuat penempatan tenaga kerja Indonesia yang terampil, profesional, dan terlindungi di pasar internasional.

Topik:

Pekerja Migran P2MI Indonesia Rusia RUSAL Lulusan SMK Tenaga Kerja Terampil Kerja Sama Internasional