Ramalan Rocky Gerung: Kerusuhan Terjadi Februari 2026, Prabowo Bisa Cegah dengan “Radical Break”

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 2 Januari 2026 11:50 WIB
Rocky Gerung (Foto: Dok MI)
Rocky Gerung (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan ramalan politik yang menyita perhatian publik. Kali ini, Rocky menyebut akan terjadi social unrest atau kerusuhan pada Februari 2026.

Menurut Rocky, kerusuhan yang berakar dari kemarahan publik itu bisa dicegah oleh Presiden Prabowo Subianto dengan radical break. Istilah radical break kerap diucapkan Rocky untuk menggambarkan perubahan besar. 

Sebelumnya, Rocky Gerung juga pernah meramal akan terjadinya radical break, dalam hal ini, reshuffle atau perombakan kabinet setelah 17 Agustus 2025. Ramalan tersebut disampaikannya dalam program Rakyat Bersuara, pada awal Agustus 2025.

Prediksi mantan dosen filsafat Universitas Indonesia itu kemudian terbukti. Presiden Prabowo melakukan perombakan kabinet pada awal dan pertengahan September 2025.

Meski demikian, Rocky menilai langkah reshuffle tersebut belum dapat dikategorikan sebagai radical break, karena makna radical break bagi Rocky adalah Prabowo mengganti seluruh menteri yang masih terafiliasi dengan rezim Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Terkait ramalan kerusuhan, Rocky menilai Presiden Prabowo perlu mengambil langkah radical break secara sungguh-sungguh. Menurutnya, pemerintahan Prabowo telah memasuki tahun kedua, namun tingkat kepuasan publik masih belum optimal.

Rocky pun mendorong agar Prabowo menunjukkan sikap untuk membuat Indonesia menuju arah lebih baik.

"Kita evaluasi bahwa satu tahun pemberitaan Presiden Prabowo itu juga banyak kritik, dan kita menginginkan ada semacam sesuatu langkah otentik dari Presiden. Karena tetap orang menganggap Presiden masih terkait dengan janji atau transaksi di masa lalu."

"Jadi ini akhir tahun akhir juga semacam keraguan dari Presiden untuk menghasilkan Indonesia yang otentik. Indonesia yang tahun depan harusnya mulai bisa dibaca arah Presiden Prabowo empat tahun ke depan. Karena dua tahun lagi itu artinya sudah masuk tahun politik," jelas Rocky saat bicara di channel Youtubenya, @RockyGerungOfficial_2024, tayang perdana, Rabu (31/12/2025).

Rocky mengatakan bahwa perubahan yang diharapkannya harus mendasar. Menurutnya, jika Prabowo gagal menunjukkan perubahan yang menyejahterakan rakyat, maka hal itu akan menjadi alasan terjadi kerusuhan.

Ia menilai waktu yang tersedia tidaklah panjang. Rocky memprediksi potensi kerusuhan bisa terjadi pada Februari 2026.

"Kalau itu gagal, maka hitungan saya Februari akan terjadi lagi social unrest dan itu artinya akan ada crossfire antara frustrasi di kalangan elit dan piring kosong masyarakat sipil atau piring kosong emak-emak terutama. Jadi kesulitan ekonomi akan mendikte perubahan politik."

"Demikian juga keresahan-keresahan yang diakibatkan oleh ketiadaan harapan bahwa oligarki akan dikendalikan itu akan menghasilkan protes dari kalangan netizen," pungkasnya.

Topik:

rocky-gerung ramalan-kerusuhan