Raker di DPR, KPK Minta Alat Canggih agar OTT Makin Gencar

Albani Wijaya
Albani Wijaya
Diperbarui 28 Januari 2026 14:41 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto mengungkap sejumlah hambatan yang dihadapi lembaganya dalam upaya penindakan kasus tindak pidana korupsi.

Fitroh mengatakan bahwa selain kurangnya sumber daya manusia (SDM), KPK juga disebut mengalami keterbatasan peralatan pendukung yang dinilai sudah tidak lagi memadai.

Hal tersebut disampaikan Fitroh dalam rapat kerja antara KPK dan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

"Apa sih sebenarnya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya 1 sebulan," kata Fitroh.

Fitroh menyebut bahwa pembaruan prangkat teknologi dan alat pendukung lainnya sangat penting untuk meningkatkan efektivitas upaya penindakan yang dilakukan KPK dalam membongkar praktik korupsi.

Ia menegaskan bahwa peralatan yang digunakan KPK pada saat ini dinilai sudah tertinggal dari sisi teknologi atau tidak 'up-to-date'. Hal ini tentunya juga berdampak pada upaya penindakan yang dilakukan KPK. 

"Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up-to-date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat barang kali OTT lebih masif," ujarnya.

Topik:

KPK Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto DPR Komisi III DPR OTT KPK