Perkuat Posisi Global, Indonesia Siap Aktif dalam Agenda BRICS
Jakarta, MI - Langkah Indonesia untuk menjadi anggota penuh BRICS semakin nyata. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Arrmanatha Nasir, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Brasil, Mauro Vieira, di sela-sela Pertemuan G20 Foreign Ministers Meeting (FMM) di Johannesburg, Afrika Selatan, pekan ini.
Dalam pertemuan tersebut, Wamenlu yang akrab disapa Tata menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Brasil terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS.
"Sebagai anggota baru di BRICS, Indonesia berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh agenda dan workstream BRICS," ujar Wamenlu Tata dalam keterangannya, Jumat (21/2/2025).
Brasil juga mengungkapkan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto dapat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang akan diselenggarakan pada Juli mendatang di Rio de Janeiro. Kehadiran Prabowo diharapkan dapat semakin memperkuat peran Indonesia dalam forum tersebut.
Di sisi lain, Wamenlu Tata turut menyampaikan harapannya agar Brasil mendukung keterlibatan ASEAN dalam KTT G20 berikutnya yang akan digelar di Afrika Selatan.
Keduanya juga membahas dinamika terkini seperti tantangan multilateralisme dan urgensi reformasi sistem keuangan dunia di tengah situasi ekonomi global yang sulit.
"Indonesia percaya bahwa kerja sama antara negara-negara Global South harus semakin diperkuat untuk memastikan sistem global yang lebih adil dan representatif," tutur Wamenlu Tata
Dalam hubungan bilateral, kedua negara mendiskusikan kerja sama di sektor ketahanan pangan dan sepakat untuk merancang peta jalan kerja sama yang lebih komprehensif.
Selain itu, Indonesia juga berharap Brasil dapat mendukung percepatan negosiasi Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna mempererat hubungan ekonomi antara kedua pihak.
Topik:
indonesia brics brasil wamenlu-riBerita Sebelumnya
Paus Fransiskus Sakit Pneumonia, Dirawat di RS Gemelli Roma
Berita Selanjutnya
Paus Fransiskus Masuki Malam ke-8 di RS, Begini Kondisinya!
Berita Terkait
Raja Suap DJP Era Sri Mulyani: KPK Bongkar Praktik Korupsi Rp 48,3 M di Banjarmasin
5 Februari 2026 20:13 WIB
Skandal Pajak Banjarmasin: Kepala KPP Raup Rp 800 Juta dari “Uang Apresiasi” Restitusi Rp 48 M
5 Februari 2026 20:10 WIB
Indonesia Laporkan Netanyahu ke Kejagung RI atas Dugaan Genosida di Palestina
5 Februari 2026 18:02 WIB