BSI Salurkan Pembiayaan Rp318,84 Triliun Sepanjang 2025
Jakarta, MI - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun sepanjang 2025, atau tumbuh 14,49% secara tahunan atau year on year (yoy).
Sebagian besar pembiayaan disalurkan ke segmen pro-rakyat seperti UMKM, mikro, konsumer, SME, serta sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk ASN dan BUMN. Total pembiayaan pada segmen ini mencapai Rp285,70 triliun atau sekitar 90% dari total pembiayaan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, fokus pembiayaan ke segmen ritel, UMKM, BUMN, ASN, serta sektor kesehatan dan pendidikan merupakan bentuk komitmen BSI dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kinerja solid BSI pada 2025 ditopang fungsi intermediasi yang berjalan baik, likuiditas yang kuat, serta penyaluran pembiayaan yang sehat dan tepat sasaran, termasuk dukungan pada program pemerintah yang sejalan dengan Astacita," kata dia dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (7/2/2026).
Dari sisi kualitas aset, pembiayaan BSI tetap terjaga dengan NPF gross sebesar 1,81% dan NPF net 0,47%, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Perbaikan ini didukung oleh pengelolaan risiko yang disiplin dan sesuai dengan segmentasi bisnis.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 16,20% (yoy) menjadi Rp380 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 61,62% atau Rp234 triliun.
Pertumbuhan DPK terutama didorong oleh tabungan yang naik 15,72% (yoy) menjadi Rp162,63 triliun. Kinerja ini mendorong total aset BSI meningkat 11,64% (yoy) menjadi Rp456 triliun.
Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menambahkan bahwa kinerja positif perseroan juga didukung oleh optimalisasi dual license, yakni sebagai bank syariah dengan ekosistem Islam, termasuk haji, serta izin sebagai bullion bank.
Sosialisasi Tabungan Haji kepada ASN di daerah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan DPK, dengan jumlah rekening Tabungan Haji kini mencapai lebih dari 6 juta. Jumlah nasabah prioritas juga meningkat 17,30% (yoy).
"Selain itu, BSI dipercaya menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun, yang seluruhnya telah disalurkan ke pembiayaan," kata Ade Cahyo.
Izin sebagai bank emas juga berdampak signifikan. Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan, bisnis emas BSI telah menjangkau sekitar 1 juta nasabah, mencakup layanan Bullion Bank, Cicil Emas, dan Gadai Emas.
Kinerja pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan tersebut mendorong laba bersih BSI tumbuh 8,02% (yoy) menjadi Rp7,57 triliun pada 2025.
Topik:
bsi bsi-salurkan-pembiayaan pembiayaan-bsiBerita Terkait
BPK Bongkar 36 Proyek Bermasalah di BSI, Kekurangan Volume Rp6,87 M—Baru Separuh Dana Dikembalikan
7 Januari 2026 06:00 WIB
BPK Bongkar Akal-akalan Pajak Videotron BSI di Soekarno-Hatta, Negara Berpotensi Rugi Rp2,1 Miliar
7 Januari 2026 03:00 WIB
BPK Bongkar Kacau Balau Sponsorship MotoGP Mandalika 2022 di BSI: Tiket Tak Tepat Sasaran, Pertanggungjawaban Amburadul
6 Januari 2026 20:02 WIB