RI Terbitkan Global Bond Rp45,6 Triliun untuk APBN 2026
Jakarta, MI - Pemerintah menerbitkan surat utang negara (SUN) dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) atau global bonds berformat SEC-registered dengan nilai US$2,7 miliar atau sekitar Rp45,6 triliun.
Mengacu pada laporan Kementerian Keuangan, obligasi tersebut diterbitkan dalam tiga seri. Penerbitan akan dilakukan pada 21 Januari 2026, setelah transaksi dibuka pada sesi Asia pada pagi hari 12 Januari 2026.
"Pemerintah memanfaatkan kondisi likuiditas yang kuat di awal tahun serta mempertimbangkan dinamika pasar dan prospek ke depan yang semakin menantang," demikian tercantum dalam keterangan Kementerian Keuangan, dikutip Senin (19/1/2026).
Dana hasil penerbitan surat utang tersebut pada prinsipnya akan digunakan untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Tiga seri SUN yang diterbitkan dalam transaksi ini memperoleh peringkat Baa2 oleh Moody's, BBB oleh Standard & Poor's, dan BBB oleh Fitch* dan akan terdaftar di Bursa Efek Singapura dan Bursa Efek Frankfurt.
Adapun rincian tiga seri obligasi global yang diterbitkan pemerintah adalah sebagai berikut:
- RI0231 dengan tenor 5 tahun dan tanggal jatuh tempo 21 Februari 2031. Nominal penerbitan tercatat US$1,1 miliar dengan kupon 4,35% dan yield 4,4%.
- RI0236 dengan tenor 10 tahun dan tanggal jatuh tempo 21 Februari 2036. Nominal penerbitan tercatat US$1,1 miliar dengan kupon 4,95% dan yield 5%.
- RI0256 dengan tenor 30 tahun dan tanggal jatuh tempo 21 Februari 2056. Nominal penerbitan tercatat US$500 juta dengan kupon 5,47% dan yield 5,5%.
Sebelumnya, pemerintah menyebut penawaran obligasi ini mendapat respons positif dari investor global, tercermin dari total orderbook yang melebihi US$7,7 miliar.
Dengan demikian, pemerintah dapat menurunkan tingkat imbal hasil untuk seluruh tenor yang ditawarkan kepada investor. Final yield untuk tenor US$ Long 5 tahun, 10 tahun dan 30 tahun masing-masing sebesar 4,4%, 5% dan 5,5%.
Dalam transaksi ini, ANZ, BofA Securities, Morgan Stanley, Natixis dan Societe Generale bertindak sebagai Joint Bookrunners. Sementara itu, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk berperan sebagai Domestic Dealers.
Topik:
global-bond surat-utang-negara obligasi kemenkeuBerita Terkait
Staf Ahli Kemenkeu Disorot! Dugaan Mobil Mewah & Gratifikasi Kini Dibidik Kejagung
3 Februari 2026 09:30 WIB
Kapal Asing Diduga Bebas Pajak, Purbaya Siapkan Gunting untuk Anggaran Kemenhub
28 Januari 2026 19:25 WIB