Daerah Cuma Kebagian Recehan: DBH Kehutanan 2026 Anjlok, Tinggal Rp 39 Ribu per Hektare
Jakarta, MI - Sebanyak 54 perusahaan hutan tanaman industri (HTI) menguasai 1,58 juta hektare kawasan hutan di Riau—setara 27 persen dari total luas kawasan hutan yang mencapai 5,4 juta hektare. Namun, ironi besar terjadi: daerah justru hanya menerima dana bagi hasil (DBH) kehutanan sebesar Rp 62,3 miliar pada 2026, nilai yang dinilai sangat timpang dibandingkan skala eksploitasi hutan yang berlangsung.
Lebih mencengangkan, jika dihitung rata-rata berdasarkan luas konsesi HTI, DBH kehutanan yang diterima hanya sekitar Rp 39.400 per hektare. Angka ini nyaris tak sebanding dengan luasan hutan yang ditanami akasia dan eukaliptus, serta beban ekologis dan sosial yang ditanggung daerah.
Ironisnya, luasnya konsesi tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Pemerintah daerah di Riau pada 2026 hanya akan menerima dana bagi hasil (DBH) sektor kehutanan sebesar Rp 62,3 miliar. Nilai itu harus dibagi untuk Pemprov Riau dan 12 pemda/kota.
DBH kehutanan sebesar Rp 62,3 miliar itu dinilai sangat tak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan HTI. Apalagi, sejumlah riset menyebut keberadaan HTI menimbulkan kerusakan ekologis yang serius, hilangnya vegetasi asli hutan, serta dampak lingkungan lainnya.
Di sisi lain, aktivitas distribusi kayu juga menyisakan persoalan tersendiri. Truk pengangkut akasia dan eukaliptus yang kerap masuk kategori Over Dimension Over Load (ODOL) disebut menjadi pemicu kerusakan jalan raya dan risiko kecelakaan lalu lintas. Beban biaya perbaikan infrastruktur yang harus ditanggung pemerintah akibat kendaraan ODOL bahkan disebut jauh lebih besar dibandingkan DBH kehutanan yang diterima daerah.
Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, total DBH kehutanan untuk Riau pada 2026 sebesar Rp 62,3 miliar. Dari jumlah itu, Pemprov Riau hanya memperoleh Rp 16,1 miliar, yang terdiri dari Dana Bagi Hasil Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebesar Rp 12.242.460.000 dan Dana Reboisasi sebesar Rp 3.971.804.000. Selebihnya dialokasikan kepada 12 pemerintah kabupaten/kota di Riau.
Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, penerimaan DBH Kehutanan Riau terus mengalami penurunan tajam.
Pada 2023, Riau masih menerima Rp 161,67 miliar.
Pada 2024, turun menjadi Rp 103,36 miliar.
Pada 2025, kembali merosot menjadi Rp 75.478.909.000.
Dan pada 2026, anjlok lagi menjadi Rp 62,3 miliar.
Rincian alokasi DBH Kehutanan Riau Tahun 2026
Provinsi Riau: Rp 12.242.460.000 + Dana Reboisasi Rp 3.971.804.000
Kabupaten Bengkalis: Rp 4.493.302.000
Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 4.351.479.000
Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 2.939.911.000
Kabupaten Kampar: Rp 3.618.039.000
Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 3.088.834.000
Kabupaten Pelalawan: Rp 9.599.289.000
Kabupaten Rokan Hilir: Rp 2.326.748.000
Kabupaten Rokan Hulu: Rp 2.484.902.000
Kabupaten Siak: Rp 6.104.704.000
Kota Dumai: Rp 1.901.761.000
Kota Pekanbaru: Rp 2.208.570.000
Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 3.101.339.000
Total: Rp 62.379.142.000
Pembanding DBH Kehutanan Tahun 2025
Provinsi Riau: Rp 15.837.374.000
Kabupaten Bengkalis: Rp 5.800.934.000
Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 6.558.920.000
Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 3.888.299.000
Kabupaten Kampar: Rp 5.015.243.000
Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 4.109.963.000
Kabupaten Pelalawan: Rp 11.768.401.000
Kabupaten Rokan Hilir: Rp 3.209.411.000
Kabupaten Rokan Hulu: Rp 3.132.943.000
Kabupaten Siak: Rp 7.724.011.000
Kota Dumai: Rp 2.297.739.000
Kota Pekanbaru: Rp 2.826.660.000
Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 3.309.011.000
Total: Rp 75.478.909.000
Khusus Provinsi Riau juga menerima Dana Reboisasi sebesar Rp 18,8 miliar pada 2025.
Rincian DBH Kehutanan Tahun 2024
Provinsi Riau: Rp 23.333.191.000
Kabupaten Bengkalis: Rp 8.950.156.000
Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 7.490.901.000
Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 4.492.824.000
Kabupaten Kampar: Rp 6.335.754.000
Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 5.325.829.000
Kabupaten Pelalawan: Rp 16.504.265.000
Kabupaten Rokan Hilir: Rp 3.334.536.000
Kabupaten Rokan Hulu: Rp 4.215.629.000
Kabupaten Siak: Rp 11.203.871.000
Kota Dumai: Rp 3.674.843.000
Kota Pekanbaru: Rp 3.605.947.000
Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 4.953.508.000
Total: Rp 103,36 miliar
Rincian DBH Kehutanan Tahun 2023
Provinsi Riau: Rp 37.626.500.000
Kabupaten Pelalawan: Rp 26.305.357.000
Kabupaten Siak: Rp 17.128.163.000
Kabupaten Bengkalis: Rp 14.264.994.000
Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 13.748.748.000
Kabupaten Kampar: Rp 10.098.087.000
Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 8.141.977.000
Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 7.572.784.000
Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 6.868.502.000
Kabupaten Rokan Hulu: Rp 6.579.038.000
Kota Dumai: Rp 5.857.061.000
Kota Pekanbaru: Rp 5.747.251.000
Kabupaten Rokan Hilir: Rp 5.314.669.000
Total: Rp 161,67 miliar
54 Perusahaan HTI Penguasa Hutan Riau
Sebanyak 54 perusahaan HTI tercatat mengelola kawasan hutan di Riau, sebagaimana tercantum dalam Buku Basis Data Spasial Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2016, dengan total luasan mencapai ±1,58 juta hektare.
(Daftar lengkap perusahaan, nomor SK, tanggal izin, dan luasan — mulai dari CV Alam Lestari hingga PT Wananugraha Bina Lestari — disajikan utuh sebagaimana data berikut:)
CV. Alam Lestari – 3.300 Ha
CV. Bhakti Praja Mulia – 5.800 Ha
CV. Harapan Jaya – 4.800 Ha
CV. Mutiara Lestari – 4.000 Ha
CV. Putri Lindung Bulan – 2.500 Ha
KD Bina Jaya Langgam – 1.910 Ha
PT Arara Abadi – 299.975 Ha
PT Artelindo Wiratama – 10.740 Ha
PT Balai Kayang Mandiri – 22.250 Ha
PT Bina Daya Bentala – 19.870 Ha
PT Bina Daya Bintara – 7.550 Ha
PT Bina Duta Laksana – 28.890 Ha
PT Bukit Batu Hutani Alam – 33.605 Ha
PT Bukit Batubuh Sei Indah – 13.420 Ha
PT Bukit Raya Pelalawan – 4.010 Ha
PT Citra Sumber Sejahtera – 15.360 Ha
PT Ekawana Lestari Darma – 9.300 Ha
PT Madukoro – 15.000 Ha
PT Merbau Pelalawan Lestari – 5.970 Ha
PT Mitra Hutani Jaya – 9.240 Ha
PT Mitra Kembang Selaras – 14.800 Ha
PT Mitra Tani Nusa Sejati – 7.480 Ha
PT Nusa Prima Manunggal – 4.412 Ha
PT Nusa Wana Raya – 26.880 Ha
PT Nusantara Sentosa Raya – 23.030 Ha
PT Perkasa Baru – 13.170 Ha
PT Perawang Sukses Perkasa – 50.725 Ha
PT Putra Riau Perkasa – 15.640 Ha
PT Prima Bangun Sukses – 8.670 Ha
PT Riau Abadi Lestari – 12.000 Ha
PT Riau Andalan Pulp & Paper – 338.536 Ha
PT Riau Indo Agropalma – 9.570 Ha
PT Rimba Lazuardi – 23.340 Ha
PT Rimba Mandau Lestari – 5.630 Ha
PT Rimba Mutiara Permai – 8.030 Ha
PT Rimba Peranap Indah – 11.620 Ha
PT Rimba Rokan Lestari – 14.875 Ha
PT Rimba Rokan Perkasa – 22.930 Ha
PT Rimba Seraya Utama – 12.600 Ha
PT Ruas Utama Jaya – 44.330 Ha
PT Sari Hijau Mutiara – 20.000 Ha
PT Satria Perkasa Agung (KTH Sinar Merawang) – 9.300 Ha
PT Satria Perkasa Agung Unit Serapung – 11.830 Ha
PT Satria Perkasa Agung – 34.725 Ha
PT Sekato Pratama Makmur – 44.735 Ha
PT Selaras Abadi Utama – 13.600 Ha
PT Seraya Sumber Lestari – 19.450 Ha
PT Sumatera Silva Lestari – 9.140 Ha
PT Sumatera Riang Lestari – 148.075 Ha
PT Suntara Gajapati – 34.793 Ha
PT Triomas FDI – 9.625 Ha
PT Tuah Negri – 1.480 Ha
PT Peranap Timber (PT Uniseraya) – 33.360 Ha
PT Wananugraha Bina Lestari – 7.465 Ha
Topik:
DBH kehutanan Riau 2026 perusahaan HTI Riau konsesi hutan 1 58 juta hektare dana reboisasi PSDH ODOL angkutan kayu kerusakan ekologis HTI