Daerah Cuma Kebagian Recehan: DBH Kehutanan 2026 Anjlok, Tinggal Rp 39 Ribu per Hektare

Didin Alkindi
Didin Alkindi
Diperbarui 18 Februari 2026 3 jam yang lalu
Salah satu kawasan hutan di Riau (Foto: Istimewa)
Salah satu kawasan hutan di Riau (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Sebanyak 54 perusahaan hutan tanaman industri (HTI) menguasai 1,58 juta hektare kawasan hutan di Riau—setara 27 persen dari total luas kawasan hutan yang mencapai 5,4 juta hektare. Namun, ironi besar terjadi: daerah justru hanya menerima dana bagi hasil (DBH) kehutanan sebesar Rp 62,3 miliar pada 2026, nilai yang dinilai sangat timpang dibandingkan skala eksploitasi hutan yang berlangsung.

Lebih mencengangkan, jika dihitung rata-rata berdasarkan luas konsesi HTI, DBH kehutanan yang diterima hanya sekitar Rp 39.400 per hektare. Angka ini nyaris tak sebanding dengan luasan hutan yang ditanami akasia dan eukaliptus, serta beban ekologis dan sosial yang ditanggung daerah.

Ironisnya, luasnya konsesi tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Pemerintah daerah di Riau pada 2026 hanya akan menerima dana bagi hasil (DBH) sektor kehutanan sebesar Rp 62,3 miliar. Nilai itu harus dibagi untuk Pemprov Riau dan 12 pemda/kota.

DBH kehutanan sebesar Rp 62,3 miliar itu dinilai sangat tak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan HTI. Apalagi, sejumlah riset menyebut keberadaan HTI menimbulkan kerusakan ekologis yang serius, hilangnya vegetasi asli hutan, serta dampak lingkungan lainnya.

Di sisi lain, aktivitas distribusi kayu juga menyisakan persoalan tersendiri. Truk pengangkut akasia dan eukaliptus yang kerap masuk kategori Over Dimension Over Load (ODOL) disebut menjadi pemicu kerusakan jalan raya dan risiko kecelakaan lalu lintas. Beban biaya perbaikan infrastruktur yang harus ditanggung pemerintah akibat kendaraan ODOL bahkan disebut jauh lebih besar dibandingkan DBH kehutanan yang diterima daerah.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, total DBH kehutanan untuk Riau pada 2026 sebesar Rp 62,3 miliar. Dari jumlah itu, Pemprov Riau hanya memperoleh Rp 16,1 miliar, yang terdiri dari Dana Bagi Hasil Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebesar Rp 12.242.460.000 dan Dana Reboisasi sebesar Rp 3.971.804.000. Selebihnya dialokasikan kepada 12 pemerintah kabupaten/kota di Riau.

Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, penerimaan DBH Kehutanan Riau terus mengalami penurunan tajam.

Pada 2023, Riau masih menerima Rp 161,67 miliar.

Pada 2024, turun menjadi Rp 103,36 miliar.

Pada 2025, kembali merosot menjadi Rp 75.478.909.000.

Dan pada 2026, anjlok lagi menjadi Rp 62,3 miliar.

Rincian alokasi DBH Kehutanan Riau Tahun 2026

Provinsi Riau: Rp 12.242.460.000 + Dana Reboisasi Rp 3.971.804.000

Kabupaten Bengkalis: Rp 4.493.302.000

Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 4.351.479.000

Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 2.939.911.000

Kabupaten Kampar: Rp 3.618.039.000

Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 3.088.834.000

Kabupaten Pelalawan: Rp 9.599.289.000

Kabupaten Rokan Hilir: Rp 2.326.748.000

Kabupaten Rokan Hulu: Rp 2.484.902.000

Kabupaten Siak: Rp 6.104.704.000

Kota Dumai: Rp 1.901.761.000

Kota Pekanbaru: Rp 2.208.570.000

Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 3.101.339.000

Total: Rp 62.379.142.000

Pembanding DBH Kehutanan Tahun 2025

Provinsi Riau: Rp 15.837.374.000

Kabupaten Bengkalis: Rp 5.800.934.000

Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 6.558.920.000

Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 3.888.299.000

Kabupaten Kampar: Rp 5.015.243.000

Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 4.109.963.000

Kabupaten Pelalawan: Rp 11.768.401.000

Kabupaten Rokan Hilir: Rp 3.209.411.000

Kabupaten Rokan Hulu: Rp 3.132.943.000

Kabupaten Siak: Rp 7.724.011.000

Kota Dumai: Rp 2.297.739.000

Kota Pekanbaru: Rp 2.826.660.000

Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 3.309.011.000

Total: Rp 75.478.909.000

Khusus Provinsi Riau juga menerima Dana Reboisasi sebesar Rp 18,8 miliar pada 2025.

Rincian DBH Kehutanan Tahun 2024

Provinsi Riau: Rp 23.333.191.000

Kabupaten Bengkalis: Rp 8.950.156.000

Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 7.490.901.000

Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 4.492.824.000

Kabupaten Kampar: Rp 6.335.754.000

Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 5.325.829.000

Kabupaten Pelalawan: Rp 16.504.265.000

Kabupaten Rokan Hilir: Rp 3.334.536.000

Kabupaten Rokan Hulu: Rp 4.215.629.000

Kabupaten Siak: Rp 11.203.871.000

Kota Dumai: Rp 3.674.843.000

Kota Pekanbaru: Rp 3.605.947.000

Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 4.953.508.000

Total: Rp 103,36 miliar

Rincian DBH Kehutanan Tahun 2023

Provinsi Riau: Rp 37.626.500.000

Kabupaten Pelalawan: Rp 26.305.357.000

Kabupaten Siak: Rp 17.128.163.000

Kabupaten Bengkalis: Rp 14.264.994.000

Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 13.748.748.000

Kabupaten Kampar: Rp 10.098.087.000

Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 8.141.977.000

Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 7.572.784.000

Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 6.868.502.000

Kabupaten Rokan Hulu: Rp 6.579.038.000

Kota Dumai: Rp 5.857.061.000

Kota Pekanbaru: Rp 5.747.251.000

Kabupaten Rokan Hilir: Rp 5.314.669.000

Total: Rp 161,67 miliar

54 Perusahaan HTI Penguasa Hutan Riau

Sebanyak 54 perusahaan HTI tercatat mengelola kawasan hutan di Riau, sebagaimana tercantum dalam Buku Basis Data Spasial Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2016, dengan total luasan mencapai ±1,58 juta hektare.

(Daftar lengkap perusahaan, nomor SK, tanggal izin, dan luasan — mulai dari CV Alam Lestari hingga PT Wananugraha Bina Lestari — disajikan utuh sebagaimana data berikut:)

CV. Alam Lestari – 3.300 Ha

CV. Bhakti Praja Mulia – 5.800 Ha

CV. Harapan Jaya – 4.800 Ha

CV. Mutiara Lestari – 4.000 Ha

CV. Putri Lindung Bulan – 2.500 Ha

KD Bina Jaya Langgam – 1.910 Ha

PT Arara Abadi – 299.975 Ha

PT Artelindo Wiratama – 10.740 Ha

PT Balai Kayang Mandiri – 22.250 Ha

PT Bina Daya Bentala – 19.870 Ha

PT Bina Daya Bintara – 7.550 Ha

PT Bina Duta Laksana – 28.890 Ha

PT Bukit Batu Hutani Alam – 33.605 Ha

PT Bukit Batubuh Sei Indah – 13.420 Ha

PT Bukit Raya Pelalawan – 4.010 Ha

PT Citra Sumber Sejahtera – 15.360 Ha

PT Ekawana Lestari Darma – 9.300 Ha

PT Madukoro – 15.000 Ha

PT Merbau Pelalawan Lestari – 5.970 Ha

PT Mitra Hutani Jaya – 9.240 Ha

PT Mitra Kembang Selaras – 14.800 Ha

PT Mitra Tani Nusa Sejati – 7.480 Ha

PT Nusa Prima Manunggal – 4.412 Ha

PT Nusa Wana Raya – 26.880 Ha

PT Nusantara Sentosa Raya – 23.030 Ha

PT Perkasa Baru – 13.170 Ha

PT Perawang Sukses Perkasa – 50.725 Ha

PT Putra Riau Perkasa – 15.640 Ha

PT Prima Bangun Sukses – 8.670 Ha

PT Riau Abadi Lestari – 12.000 Ha

PT Riau Andalan Pulp & Paper – 338.536 Ha

PT Riau Indo Agropalma – 9.570 Ha

PT Rimba Lazuardi – 23.340 Ha

PT Rimba Mandau Lestari – 5.630 Ha

PT Rimba Mutiara Permai – 8.030 Ha

PT Rimba Peranap Indah – 11.620 Ha

PT Rimba Rokan Lestari – 14.875 Ha

PT Rimba Rokan Perkasa – 22.930 Ha

PT Rimba Seraya Utama – 12.600 Ha

PT Ruas Utama Jaya – 44.330 Ha

PT Sari Hijau Mutiara – 20.000 Ha

PT Satria Perkasa Agung (KTH Sinar Merawang) – 9.300 Ha

PT Satria Perkasa Agung Unit Serapung – 11.830 Ha

PT Satria Perkasa Agung – 34.725 Ha

PT Sekato Pratama Makmur – 44.735 Ha

PT Selaras Abadi Utama – 13.600 Ha

PT Seraya Sumber Lestari – 19.450 Ha

PT Sumatera Silva Lestari – 9.140 Ha

PT Sumatera Riang Lestari – 148.075 Ha

PT Suntara Gajapati – 34.793 Ha

PT Triomas FDI – 9.625 Ha

PT Tuah Negri – 1.480 Ha

PT Peranap Timber (PT Uniseraya) – 33.360 Ha

PT Wananugraha Bina Lestari – 7.465 Ha

Topik:

DBH kehutanan Riau 2026 perusahaan HTI Riau konsesi hutan 1 58 juta hektare dana reboisasi PSDH ODOL angkutan kayu kerusakan ekologis HTI