Letjen (Purn) Rudianto Diseret Gus Yazid dalam Kasus Korupsi Lahan Rp237 Miliar di Cilacap

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 1 Januari 2026 13:26 WIB
Letjen TNI (Purn) Rudianto (Foto: Wikipedia)
Letjen TNI (Purn) Rudianto (Foto: Wikipedia)

Jakarta, MI – Nama Letjen TNI (Purn) Rudianto tengah menjadi sorotan publik setelah disebut dalam sebuah video viral oleh Pengasuh Ponpes Ar-Rahman Basyaiban, Ahmad Yazid alias Gus Yazid. 

Video tersebut beredar luas menjelang penangkapan Gus Yazid oleh Kejati Jawa Tengah terkait dugaan korupsi pembelian lahan BUMD PT Cilacap Segara Artha (CSA) di Carui, Kecamatan Cipari, pada Rabu (24/12/2025).

Gus Yazid diamankan usai diperiksa penyidik atas dugaan penerimaan aliran dana dari keluarga mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijono. Ia sebelumnya sempat menantang keluarga Letjen Widi melalui rekaman video dan mendesak mereka mengakui dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus senilai Rp237 miliar tersebut.

Tidak hanya menyinggung Letjen Widi, Gus Yazid juga menyebut nama mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Letjen TNI (Purn) Rudianto. Dalam video itu, ia menantang Rudianto untuk mengerahkan seluruh anggotanya dan menyatakan bahwa sang jenderal juga harus diperiksa. “Bapak punya salah. Dalam kerangka kasus Rp237 miliar ini panjenengan harus diperiksa,” ujarnya dikutip Monitorindonesia.com, Kamis (1/1/2026).

Profil Rudianto
Letjen TNI (Purn) Rudianto lahir di Kudus, Jawa Tengah, 7 Maret 1967. Ia merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer 1989 dari kecabangan Infanteri, khususnya Kopassus. Sepanjang karier militernya, Rudianto pernah dipercaya memimpin sejumlah satuan strategis di lingkungan TNI.

Dia pernah menjabat sebagai Komandan Grup 1 Kopassus (2010–2012) di Serang, Banten, serta Danrem 051/Wijayakarta (2014–2015) yang bertugas mengamankan wilayah ibu kota negara. Kariernya berlanjut hingga menduduki posisi strategis sebagai Kepala Bais TNI dan terakhir menjabat Komandan Jenderal Akademi TNI sebelum pensiun dengan pangkat letnan jenderal.

Selain kiprah militernya, Rudianto juga aktif dalam organisasi alumni. Ia dipercaya sebagai Ketua ALTAR 89, wadah alumni Taruna Akabri angkatan 1989 dari tiga matra TNI dan Kepolisian. Pada masa pandemi Covid-19, ALTAR 89 disebut banyak terlibat dalam kegiatan bakti sosial untuk membantu masyarakat sesuai arahan pemerintah.

Hingga kini, belum ada keterangan dari pihak Letjen (Purn) Rudianto terkait pernyataan Gus Yazid yang tengah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU tersebut. Penyidik masih mendalami dugaan aliran dana dan kemungkinan pihak lain yang turut terlibat.

Topik:

Letjen Rudianto Gus Yazid Kejati Jateng korupsi lahan PT Cilacap Segara Artha TPPU Widi Prasetijono kasus Rp237 miliar video viral penyidikan korupsi