KPK Tindaklanjuti Temuan Dugaan Korupsi Tata Kelola Tambang: Morowali dan Halmahera jadi Sasaran!
Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menindaklanjuti hasil kajian terkait tata kelola di sektor tambang diduga terdapat potensi dugaan korupsi sebagaimana disampaikan mantan Ketua KPK sekaligus Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas.
"Teman-teman (Muhammadiyah) mengidentifikasi adanya potensi terjadinya korupsi, termasuk dampak-dampak lain yang muncul atau diakibatkan dari tata kelola tambang yang tidak benar dilakukan di lapangan," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2025).
Budi mengatakan hasil kajian itu akan jadi masukan dan pengayaan bagi KPK. Lokasi yang dikaji adalah di Morowali dan Halmahera. "Nanti akan kami pelajari terlebih dahulu secara detail terkait dengan hasil kajian itu. Akan kita matching-kan juga dengan kajian yang telah KPK lakukan. Ada beberapa daerah seperti di Morowali, di Halmahera juga," kata.
Busyro Muqoddas sebelumnya mendatangi gedung KPK untuk melakukan audiensi. Busyro menyerahkan hasil kajian dari PP Muhammadiyah terkait tata kelola di sektor tambang.
Busyro menjelaskan, ia ditemui oleh Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo dalam audiensi hari ini. Dia mengatakan saat ini sudah ada MoU antara Muhammadiyah dan KPK terkait model pencegahan korupsi berbasis perguruan tinggi.
"Tentang bagaimana model pencegahan yang berbasis pada perguruan tinggi. Salah satunya aja di samping banyak tadi. Nah itu kami ingin meneruskan dan disambut dengan baik, dengan senang hati, dan terbuka," jelas Busyro di KPK.
Topik:
KPK Korupsi Tambang PP MuhamadiyahBerita Terkait
Korupsi Biskuit Stunting Berlarut, MAKI Sindir KPK soal Nihil Tersangka hingga Bakal Praperadilan
28 menit yang lalu
Ketua PN Depok Baru Menjabat, KPK Bongkar Jejak Lama: Dugaan Suap Eksekusi Lahan Diduga Libatkan Pimpinan Sebelumnya
1 jam yang lalu
Lulusan STAN Acap Kali Terseret Korupsi, FITRA: Jangan Cuma Bangga Cetak Aparat, Tapi Gagal Cetak Integritas!
7 jam yang lalu