Transaksi Digital Melonjak di Awal 2026, QRIS Tumbuh Lebih dari 130%

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 19 Februari 2026 2 jam yang lalu
Ilustrasi aplikasi pembayaran QRIS. (Foto: Dok Istimewa)
Ilustrasi aplikasi pembayaran QRIS. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Bank Indonesia (BI) melaporkan volume transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Januari 2026 tumbuh sangat pesat, yakni 131,47 persen secara tahunan atau year on year (yoy). 

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya jumlah pengguna serta merchant yang menerima pembayaran digital.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital pada awal 2026 tetap kuat, didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.

"Secara keseluruhan, volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65 persen (yoy) pada Januari 2026. Kinerja ini ditopang oleh semakin luasnya akseptasi pembayaran digital," kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026).

Selain QRIS, bilang dia transaksi melalui aplikasi mobile banking dan internet banking juga mencatat pertumbuhan, masing-masing sebesar 10,00 persen (yoy) dan 23,25 persen (yoy).

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 455 juta transaksi, tumbuh 34,41 persen (yoy), dengan nilai transaksi sebesar Rp1.176 triliun pada Januari 2026.

Sedangkan transaksi bernilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,86 juta transaksi, atau tumbuh 7,60 persen (yoy), dengan nilai mencapai Rp19.555 triliun.

Di sisi pengelolaan uang, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) juga meningkat 12,41 persen (yoy) menjadi Rp1.267 triliun pada Januari 2026, mencerminkan masih kuatnya kebutuhan uang tunai di masyarakat seiring aktivitas ekonomi yang terus berjalan.

Topik:

transaksi-digital bi perry-warjiyo qris