Investasi Asing Tembus Rp897 Triliun, Prabowo: Bukti Nyata Global Percaya Ekonomi RI

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 19 Februari 2026 5 jam yang lalu
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan optimisme kuat terhadap prospek perekonomian nasional. Keyakinan itu, menurutnya, tercermin dari capaian investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) yang mencapai US$53 miliar atau setara Rp897 triliun sepanjang 2025.


Dalam sambutannya pada forum Business Summit yang digelar US Chamber of Commerce di Washington DC, Amerika Serikat, Prabowo menegaskan bahwa lonjakan investasi tersebut menjadi bukti kuat kepercayaan global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.


Ia menilai, kepercayaan investor tidak hadir secara instan. Stabilitas politik, konsistensi kebijakan, serta arah pembangunan ekonomi menjadi fondasi penting yang dilihat para pelaku usaha global.


Bagi Prabowo, capaian FDI tersebut juga menjadi sinyal bahwa dunia internasional masih percaya pada stabilitas dan prospek perekonomian Indonesia.


“Kami sangat beruntung bahwa Indonesia telah menikmati periode stabilitas dan perdamaian yang relatif panjang. Kami melanjutkan kebijakan luar negeri non-blok dan menghormati semua kekuatan besar,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).


Prabowo mengatakan sejak awal menjabat, dirinya telah berkomitmen menjalankan "good neighbor policy" yang berarti menghindari campur tangan dalam urusan negara lain. 


Kebijakan yang dulu dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Franklin D. Roosevelt, pada dekade 1930-an itu kini diadaptasi oleh Prabowo dan ditujukan demi memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Indo-Pasifik.


“1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ucapnya.


Ia menilai prinsip tersebut penting tidak hanya di panggung geopolitik, tetapi juga dalam dinamika politik domestik dan pembangunan ekonomi.


“Kompetisi itu perlu, tapi setelah kompetisi harus ada kerja sama,” ujarnya.


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih kuat. Ia menyebut disiplin fiskal dijaga ketat, inflasi berada pada salah satu level terendah secara global, dan pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen. Menurutnya, kombinasi faktor-faktor ini, membuat Indonesia tetap menarik di mata investor asing.


“Kami mencapai US$53 miliar tahun lalu, dan saya rasa ini mencerminkan kepercayaan nyata terhadap ekonomi kami, potensinya, stabilitas politik kami, serta arah kebijakan kami,” tutur Prabowo.


Namun di balik optimisme itu, Prabowo mengakui masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Ia menyoroti persoalan tata kelola yang belum sepenuhnya kuat, termasuk maraknya praktik ekonomi gelap seperti penyelundupan.


Tak hanya itu, ia juga menyinggung penambangan liar, penangkapan ikan tanpa izin, hingga korporasi yang mengelola perkebunan di kawasan hutan lindung sebagai tantangan yang perlu segera dibenahi.


Menurutnya, berbagai praktik tersebut menyebabkan kebocoran penerimaan negara dalam skala yang sangat besar. “Saya tidak ingin menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia kepada kartel-kartel ilegal,” pungkasnya.

Topik:

presiden-prabowo-subianto investasi-asing ekonomi-indonesia