Pendapatan Pembangunan Jaya Ancol Turun Jadi Rp1,21 Triliun pada 2025
Jakarta, MI - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat penurunan pendapatan usaha sekitar 11% pada 2025. Pendapatan turun dari Rp1,26 triliun pada 2024 menjadi Rp1,12 triliun pada 2025.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2/2026), penurunan pendapatan tersebut berdampak pada kinerja operasional. Meski demikian, laba bersih PJAA tetap tumbuh tipis 1,34% menjadi Rp180,19 miliar, dibandingkan Rp177,79 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) naik menjadi Rp113 dari sebelumnya Rp111.
Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan dan beban langsung meningkat menjadi Rp609,54 miliar dari Rp599,12 miliar. Akibatnya, laba kotor menyusut cukup dalam menjadi Rp511,66 miliar, turun dari Rp666,77 miliar pada tahun sebelumnya.
Kinerja perseroan tertopang oleh pendapatan di luar usaha utama. Penghasilan lain-lain melonjak tajam menjadi Rp224,65 miliar, atau naik 866,65% dibandingkan Rp23,24 miliar pada 2024. Sebaliknya, penghasilan bunga turun hampir separuh menjadi Rp9,36 miliar dari Rp17,74 miliar.
Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp274,15 miliar dari Rp261,67 miliar, dan beban lain-lain melonjak menjadi Rp114,73 miliar dari Rp41,99 miliar. Kondisi ini membuat laba usaha turun menjadi Rp324,85 miliar, dari sebelumnya Rp372,36 miliar.
Setelah memperhitungkan beban keuangan dan pajak, laba sebelum pajak tercatat Rp224,88 miliar, turun dari Rp249,26 miliar. Namun, beban pajak penghasilan menurun signifikan menjadi Rp44,91 miliar dari Rp72,97 miliar, sehingga laba bersih masih mampu tumbuh tipis.
Dari sisi keuangan, total ekuitas PJAA meningkat menjadi Rp1,86 triliun dari Rp1,73 triliun. Total liabilitas turun menjadi Rp1,77 triliun dari Rp1,85 triliun, sementara total aset naik menjadi Rp3,63 triliun, dibandingkan Rp3,59 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Topik:
ancol pembangunan-jaya-ancol pendapatan-ancol pjaaBerita Terkait
JPO Bersama BTN Hubungkan JIS–Ancol, Diproyeksikan jadi Landmark Baru Jakarta Utara
25 Januari 2026 16:30 WIB
Budi Karya dan Fredie Tan dalam Pusaran Kasus BUMD DKI Jakarta
7 Desember 2025 07:14 WIB