Thomas Djiwandono Terpilih jadi Deputi Gubernur BI

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 26 Januari 2026 18:35 WIB
Thomas Djiwandono (Foto: Istimewa)
Thomas Djiwandono (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, ditetapkan sebagai kandidat terpilih untuk menjabat Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Keputusan ini diumumkan Ketua Komisi XI DPR, M. Misbakhun, Senin (26/1/2026), setelah rangkaian fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan yang digelar sejak Jumat (23/1/2026) lalu dan berlanjut hingga hari ini.

Thomas berhasil mengungguli dua kandidat lain, yakni Dicky Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, dan Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

"Komisi XI DPR adakan rapat internal diawali rapat pimpinan komisi sebelas bersama delapan poksi yang hadir. Telah melakukan kesepakatan dalam rapat internal yang menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung, bapak Thomas Djiwandono," ujar Misbakhun.

Keputusan Komisi XI DPR RI, menurut Misbakhun, diambil dalam rapat singkat selama sekitar setengah jam. Nama Thomas Djiwandono diterima oleh semua partai anggota Komisi XI.

"Lebih dari setengah jam pengambilan keputusan pertimbangan Thomas bisa diterima semua partai, juga dia menjelaskan bagaimana membangun sinergi moneter dan fiskal sehingga beri penguatan pertumbuhan ekonomi serta membangun agility dalam pengambilan keputusan," tutur Misbakhun.

Ia mengatakan, perihal sinergi ini menjadi isu yang kuat saat ini. Misbakhun menegaskan bahwa BI sebagai lembaga moneter tidak bisa berdiri sendiri. Terkait fakta bahwa Thomas merupakan keponakan Presiden, Misbakhun menilai hal itu tidak menjadi masalah karena Thomas mampu menjelaskan dengan baik.

"Fakta Thomas keponakan ya, tapi beliau bisa jelaskan dengan baik. Sehingga isu itu bisa kita kesampingkan. Bahkan saat closing beliau sampaikan profesionalisme Thomas," pungkasnya.

Topik:

deputi-gubernur-bi thomas-djiwandono komisi-xi