Imbas Banjir, 82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan dan Ribuan Tiket Dikembalikan

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 19 Januari 2026 08:12 WIB
KAI Batalkan 82 Perjalanan Imbas Banjir (Foto: Ist)
KAI Batalkan 82 Perjalanan Imbas Banjir (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa berdampak pada kelancaran perjalanan kereta api. Sejumlah titik banjir memengaruhi operasional perjalanan KA, khususnya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menegaskan, gangguan tersebut terjadi karena faktor alam di luar kendali operasional perusahaan atau kondisi force majeure. Oleh karena itu, KAI menempatkan keselamatan penumpang dan petugas sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan terkait operasional perjalanan kereta api.

Di wilayah Daop 4 Semarang, banjir melanda petak jalur antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi pada Km 88+900 hingga Km 89+100, sehingga memengaruhi jalur hulu dan hilir. Gangguan tersebut dipicu oleh luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan akibat hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang.

Perjalanan kereta api di lokasi tersebut hanya dapat dilalui melalui satu jalur hulu dengan pengamanan ketat, termasuk penggunaan lokomotif BB304, sambil menunggu kondisi lintasan dinyatakan aman.

Gangguan di lintas Pekalongan-Sragi bermula pada Jumat (16/1/2026) dini hari saat banjir mulai menggenangi emplasemen Stasiun Pekalongan dan menimbulkan rintang jalan. Upaya penanganan dilakukan secara bertahap melalui penambahan balas dan pengangkatan jalur rel.

Namun, hujan lebat kembali terjadi pada malam hari hingga Sabtu dini hari yang menyebabkan luapan Sungai Bermi dan limpasan Sungai Meduri sehingga jalur rel terendam hingga sekitar 23 cm. Pada Minggu pagi, kondisi diperberat dengan jebolnya tanggul sungai yang memicu banjir di titik baru Km 89+100. 

Selama periode Jumat, 16 Januari hingga Minggu, 18 Januari 2026, tercatat sebanyak 593 perjalanan kereta api antarkota beroperasi di wilayah Jawa.

Dari total tersebut, PT KAI membatalkan 82 perjalanan kereta api antarkota. Rinciannya, 21 perjalanan dibatalkan pada Jumat (17/1/2026) dan 61 perjalanan lainnya dibatalkan pada Minggu (18/1/2026). Selain pembatalan, sebanyak 17 perjalanan diberlakukan pola operasi memutar melalui lintas Cirebon–Kroya–Yogyakarta–Solo untuk menghindari jalur yang terdampak banjir.

Pada periode yang sama, KAI juga mencatat 76 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan rata-rata waktu keterlambatan sekitar 240 menit. Hingga Minggu siang, 51 perjalanan kereta api keberangkatan Jumat (17/1/2026) masih dalam perjalanan dan belum mencapai tujuan. 

Kelambatan terpanjang tercatat pada KA 260B atau KA Tawang Jaya relasi Pasar Senen–Semarang Poncol dengan keterlambatan keberangkatan mencapai 445 menit. Sementara itu, keterlambatan kedatangan terlama dialami KA 21A atau KA Argo Muria relasi Semarang Tawang–Gambir yang mencapai 484 menit.

Hingga Minggu (18/1/2026) pukul 08.00 WIB, jumlah pembatalan tiket kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 8.615 tiket. Pembatalan tersebut dilakukan oleh pelanggan seiring adanya pembatalan perjalanan dan rekayasa operasional akibat kondisi banjir. 

Sejalan dengan kondisi tersebut, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perusahaan melakukan pemulihan operasional secara bertahap dan terpadu. Upaya ini meliputi perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, serta pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu demi keselamatan.

“Dalam situasi force majeure ini, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku. Di lapangan, KAI juga menerapkan berbagai langkah operasional, termasuk penggunaan lokomotif BB hidrolis dan lokomotif CC 300 milik DJKA untuk melintasi lokasi genangan, dengan konsekuensi penambahan rata-rata kelambatan sekitar 150 menit per perjalanan,” pungkasnya.

Topik:

pt-kai banjir pembatalan-perjalanan-kai