IAT Sebut Pesawat ATR 42-500 Sempat Alami Masalah Mesin Sebelum Jatuh

Albani Wijaya
Albani Wijaya
Diperbarui 18 Januari 2026 18:39 WIB
Pesawat ATR 400 (Foto: Istimewa)
Pesawat ATR 400 (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI – Direktur Operasional Indonesia Air Transport (IAT), Capt Edwin mengungkapkan bahwa pesawat ATR 42-500 sempat mengalami masalah engineering atau mesin sebelum jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. 

Hal tersebut disampaikan Edwin dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026). Meski demikian, ia menegaskan bahwa permasalahan teknis tersebut telah ditangani dan diperbaiki sebelum pesawat kembali dioperasikan.

"Memang ada masalah di engineering kami," kata Edwin. 

Ia menjelaskan bahwa gangguan teknis tersebut terjadi pada Jumat (16/1/2026) atau sehari sebelum pesawat menjalani penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

"Itu di hari Jumat (masalah engineering pesawat ATR 42-500)," ungkapnya.

Edwin menegaskan bahwa setelah perbaikan dilakukan, pihaknya juga telah menjalankan serangkaian uji penerbangan untuk memastikan kondisi pesawat benar-benar layak terbang.

Hasil pengujian tersebut, kata dia, menunjukkan tidak ditemukan kendala teknis pada pesawat usai dilakukan perbaikan. "Kami sudah perbaiki dan kami sudah tes terbukti dari Halim sampai Semarang dan Jogja itu tidak ada masalah. Jadi semua sudah normal kita sudah perbaiki," ujarnya.

Topik:

Indonesia Air Transport Pesawat ATR 42-500 Gunung Bulusaraung