Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

Aldiano Rifki
Aldiano Rifki
Diperbarui 1 Maret 2026 2 jam yang lalu
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman dan mencukupi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Meski konflik global antara AS, Israel, dan Iran berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional, stok pangan strategis di Jakarta, termasuk beras, daging, gula, dan minyak goreng, dipastikan berada di atas kebutuhan. Pemprov DKI juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman dan mencukupi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Meski konflik global antara AS, Israel, dan Iran berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional, stok pangan strategis di Jakarta, termasuk beras, daging, gula, dan minyak goreng, dipastikan berada di atas kebutuhan. Pemprov DKI juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Jakarta, MI – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat tetap aman dan mencukupi menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan bahwa berdasarkan hasil proyeksi kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam kondisi cukup dengan cadangan yang memadai.

“Seluruh komoditas strategis berada pada status aman, meskipun terjadi dinamika global akibat konflik internasional,” ujar Elisabeth dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan perhitungan kebutuhan pangan secara detail untuk periode Ramadan dan Idulfitri. Selama Ramadan, kebutuhan pangan diperkirakan meningkat, terutama pada komoditas telur ayam yang naik sekitar 7,5 persen, disusul daging sapi atau kerbau serta bawang putih yang meningkat sekitar 3,5 persen.

Meski demikian, stok beras di Jakarta tercatat lebih dari 100 ribu ton, jauh di atas kebutuhan sekitar 68 ribu ton. Sementara itu, cadangan daging ayam dan daging sapi juga tersedia berlipat dari kebutuhan bulanan. Stok gula pasir dan minyak goreng pun mencapai puluhan ribu ton dan dinyatakan mencukupi.

Memasuki periode menjelang Idulfitri pada Maret 2026, lonjakan konsumsi diproyeksikan akan semakin meningkat. Berdasarkan data sementara, kenaikan tertinggi terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, diikuti daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.

“Meskipun terjadi peningkatan konsumsi, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi gejolak harga, Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat guna memastikan kelancaran distribusi di pasar tradisional maupun ritel modern.

Selain itu, pemantauan harga akan terus diintensifkan. Apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah akan segera melakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, serta optimalisasi pasokan dari BUMD.

Elisabeth juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pasalnya, pasokan kebutuhan pokok strategis hingga Idulfitri dipastikan dalam kondisi aman.

“Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Topik:

Pemprov DKI Jakarta Stok Pangan Ramadan 2026 Idulfitri 2026 Ketahanan Pangan Harga Pangan Konflik Global Operasi Pasar