Freeport Lepas 12 Persen Saham ke RI pada 2041

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 19 Februari 2026 2 jam yang lalu
Smelter PT Freeport Indonesia (Foto: Ist/Repro)
Smelter PT Freeport Indonesia (Foto: Ist/Repro)

Jakarta, MI - PT Freeport Indonesia dan Freeport-McMoRan Inc. (FCX) mencapai kesepakatan penting terkait kepemilikan saham. Freeport akan menyerahkan 12 persen sahamnya di PTFI kepada Pemerintah Indonesia pada 2041 tanpa biaya, dengan syarat pihak pemerintah mengganti biaya pro-rata Freeport yang dikeluarkan menggunakan nilai buku untuk investasi yang menguntungkan periode setelah 2041.

Kesepakatan ini tertuang dalam Nota Kesepahaman (MOU) antara Freeport dengan Pemerintah Indonesia untuk perpanjangan masa pakai hak operasi sumber daya bagi PTFI di distrik mineral Grasberg yang diteken kedua belah pihak pada Rabu (18/2/2026).

"FCX akan mempertahankan kepemilikan sahamnya saat ini di PTFI sebesar 48,76 persen hingga tahun 2041 dan memegang sekitar 37 persen mulai tahun 2042," tulis perusahaan dalam keterangan resmi yang diunggah pada laman Freeport.

Selain soal transfer saham, MoU tersebut juga menyepakati perubahan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI untuk memperpanjang masa pakai hak operasi sumber daya.

PTFI juga akan meningkatkan dukungan untuk masyarakat di Papua, termasuk dukungan keuangan untuk rumah sakit baru dan dua fasilitas pendidikan kedokteran.

Selanjutnya, PTFI akan meningkatkan pengeluaran eksplorasi dan memajukan studi untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sumber daya jangka panjang dan peluang ekspansi.

Selain itu, perusahaan akan tetap memprioritaskan hilirisasi domestik melalui penjualan lokal tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan produk lainnya.

PTFI juga akan menyiapkan strategi untuk memperluas pemasaran tembaga olahannya ke Amerika Serikat, sesuai kebutuhan pasar jika AS membutuhkan pasokan tambahan.

"Kami menghargai kemitraan jangka panjang kami dengan pemerintah Indonesia, rakyat Indonesia dan Papua, serta kepercayaan bersama yang telah dibangun selama bertahun-tahun," tutur Ketua Dewan Direksi Freeport Richard C. Adkerson dan Presiden dan Kepala Eksekutif Freeport Kathleen Quirk dalam pernyataan bersama.

Menurut Adkerson, operasi Grasberg telah memberikan manfaat substansial kepada semua pemangku kepentingan selama enam dekade sejarahnya.

"Perpanjangan ini akan memberikan peluang untuk terus membangun nilai substansial bagi semua pemangku kepentingan di salah satu deposit tembaga dan emas paling signifikan di dunia."

Perpanjangan hak operasi dan ketentuan lain yang disepakati tunduk pada penerbitan IUPK yang telah diubah oleh pemerintah Indonesia.

PTFI juga akan segera menuntaskan permohonan perpanjangan yang mencerminkan kesepakatan yang telah dibuat.

Sementara itu, struktur tata kelola dan operasional yang ada, serta ketentuan perjanjian pemegang saham yang ada, IUPK, dan perjanjian lain yang berlaku akan terus berlanjut selama masa pakai sumber daya tersebut.

Topik:

freeport saham-freeport ptfi