Bank Mandiri Perkuat Mitigasi Risiko Usai Outlook Moody’s Direvisi Negatif

Dian Ihsan
Dian Ihsan
Diperbarui 12 Februari 2026 3 jam yang lalu
Gedung Bank Mandiri. (Foto: Dok MI)
Gedung Bank Mandiri. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi berbagai risiko eksternal ke depan.

Penegasan ini disampaikan menyusul keputusan Moody’s Ratings yang merevisi outlook lima bank besar di Indonesia, termasuk Bank Mandiri, dari stabil menjadi negatif.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista menjelaskan, penilaian lembaga pemeringkat terhadap sektor perbankan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kondisi makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta kekuatan fundamental masing-masing bank.

"Hal ini menjadi pengingat bagi Bank Mandiri untuk terus mengantisipasi dinamika eksternal agar fundamental perusahaan tetap terjaga secara berkelanjutan," kata dia dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dia menyebut, dalam menghadapi setiap tantangan, Bank Mandiri akan memperkuat pengelolaan likuiditas dan permodalan, sekaligus menjaga kualitas pembiayaan.

Perseroan juga berkomitmen untuk menjalankan manajemen risiko secara disiplin serta melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang sejalan dengan kebijakan regulator.

Selain itu, Bank Mandiri menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai informasi, Moody’s sebelumnya menurunkan outlook kredit lima bank besar di Indonesia dari stabil menjadi negatif. 

Analis Moody’s, Clarabelle Tan menyebut keputusan tersebut sejalan dengan outlook negatif peringkat kredit pemerintah Indonesia di level Baa2, yang mencerminkan meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan.

Menurut Clarabelle, risiko tersebut terlihat dari menurunnya kepastian dan konsistensi dalam proses perumusan kebijakan, serta komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif dalam satu tahun terakhir. 

Jika kondisi ini berlanjut, tren penurunan peringkat kredit dikhawatirkan dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi, serta menjaga stabilitas makroekonomi, fiskal, dan sistem keuangan.

Meski demikian, Moody’s tetap menilai ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang baik. Faktor struktural seperti kekayaan sumber daya alam dan demografi yang solid dinilai mampu menopang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) secara stabil dan berkelanjutan.

Topik:

bank-mandiri moodys rating-moodys