Keluarga Bocah SD di Ngada Tak Terdata Bansos, Gubernur NTT Soroti Masalah Administrasi

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 5 Februari 2026 22 jam yang lalu
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena (Foto: Istimewa)
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengungkapkan bahwa keluarga siswa sekolah dasar yang meninggal dunia akibat bunuh diri di Kabupaten Ngada belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.

Menurut Melki, kondisi tersebut terjadi karena persoalan administrasi kependudukan keluarga korban yang tidak tertata dengan baik setelah berpindah tempat tinggal.

“Saya telusuri, ternyata data kependudukannya tidak tertopang. Keluarga ini pindah dari Nagekeo ke Jerebuu, tetapi administrasinya belum diamankan,” ujar Melki saat dihubungi Monitorindonesia.com dari Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Penjelasan itu disampaikan Melki saat merespons informasi mengenai orang tua korban yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan sosial. Ia menilai kendala tersebut seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat karena hanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen administrasi.

“Ini hanya soal selembar kertas. Harusnya segera dibereskan. Hal-hal seperti ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Meski demikian, Melki menegaskan tidak ingin mencari pihak yang patut disalahkan atas persoalan tersebut. Ia lebih menyoroti pentingnya pembenahan dan validasi data kependudukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Sebagai tindak lanjut, Melki menginstruksikan seluruh kepala daerah di wilayah NTT untuk melakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap keluarga miskin yang berhak menerima bantuan sosial, tidak terbatas hanya di Kabupaten Ngada.

“Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Semua kepala daerah harus memastikan data warga miskin yang berhak menerima bantuan benar-benar akurat,” ujarnya.

Selain pembenahan data, Melki juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah membahas pemberian bantuan lanjutan kepada keluarga korban, termasuk rencana pembangunan rumah layak huni serta dukungan material lainnya.

Sebelumnya, seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya. Korban diketahui meninggalkan sepucuk surat perpisahan yang ditujukan kepada ibunya berinisial MGT (47), yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Korban selama ini tinggal bersama sang nenek. Sementara ibunya merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani sekaligus buruh serabutan demi menghidupi lima orang anak, termasuk korban.

Topik:

bocah SD Ngada bansos NTT Gubernur NTT Melki Laka Lena data kependudukan bantuan sosial tragedi Ngada keluarga miskin pendataan bansos Nusa Tenggara Timur