Pramono Anung Gaspol Ramadan: Pemprov DKI Kebut Festival dan Operasi Pasar, Ekonomi Jakarta Tak Boleh Loyo!

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 1 Maret 2026 5 jam yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Jakarta Ramadan Festival 2026 di Bundaran HI sebagai langkah strategis menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi jelang Idulfitri. Pemprov DKI melalui Dinas PPKUKM menggelar Operasi Pasar Murah dan Bazar Ramadan di 44 kecamatan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau sekaligus mendorong omzet UMKM. Kolaborasi dengan pusat perbelanjaan lewat program diskon besar juga digencarkan guna mengerek konsumsi domestik dan mengendalikan inflasi daerah selama Ramadan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Jakarta Ramadan Festival 2026 di Bundaran HI sebagai langkah strategis menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi jelang Idulfitri. Pemprov DKI melalui Dinas PPKUKM menggelar Operasi Pasar Murah dan Bazar Ramadan di 44 kecamatan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau sekaligus mendorong omzet UMKM. Kolaborasi dengan pusat perbelanjaan lewat program diskon besar juga digencarkan guna mengerek konsumsi domestik dan mengendalikan inflasi daerah selama Ramadan.

Jakarta, MI – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi menggeber Jakarta Ramadan Festival 2026 di kawasan Bundaran HI, Jumat (27/2). Festival yang digelar hingga 31 Maret 2026 ini tak sekadar seremoni tahunan, melainkan sinyal tegas bahwa Pemprov DKI tak ingin ekonomi ibu kota melemah menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Alloh, menegaskan festival ini digerakkan lewat kolaborasi masif antara Pemprov, pelaku usaha, hingga pusat perbelanjaan. Targetnya jelas: roda ekonomi warga harus tetap berputar kencang selama Ramadan.

“Jakarta Ramadan Festival 2026 kami dorong menjadi akselerator ekonomi warga menjelang Idulfitri,” tegas Elisabeth, Jumat (27/2/2026).

Tak berhenti di panggung seremoni, Dinas PPKUKM langsung menurunkan strategi konkret. UMKM diposisikan di garis depan dengan akses lebih luas untuk berdagang dan meningkatkan omzet di momen konsumsi tertinggi sepanjang tahun ini.

Langkah nyata itu diwujudkan melalui Operasi Pasar Murah dan Bazar Ramadan yang digelar pada 2–13 Maret 2026 di 44 kecamatan serta Balai Kota DKI Jakarta. Program ini menjadi bantalan sosial sekaligus instrumen pengendali harga, di tengah potensi lonjakan kebutuhan pokok jelang Lebaran.

“Melalui program ini, akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau tetap kami jaga. Di saat yang sama, pelaku UMKM kami beri ruang promosi agar omzet mereka ikut terdongkrak,” papar Elisabeth.

Tak hanya menyasar pasar tradisional, Pemprov juga menggerakkan sektor ritel modern. Bersama pengelola pusat perbelanjaan, digelar Jakarta Festive Wonder serta Ramadan and Eid Clearance Sale pada 27 Februari–31 Maret 2026. Pesta diskon ini dirancang sebagai pemicu konsumsi domestik agar sektor perdagangan tak kehilangan momentum.

Pemprov DKI menilai Ramadan bukan sekadar momen religius, tetapi juga periode krusial bagi stabilitas ekonomi daerah. Melalui Jakarta Ramadan Festival 2026, pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat, pengendalian inflasi, dan penguatan ekosistem UMKM.

Festival ini diharapkan tak hanya menghadirkan kemeriahan Ramadan yang inklusif, tetapi juga menjadi bukti konkret bahwa pemerintah hadir memastikan kebutuhan warga aman, harga terkendali, dan pelaku usaha kecil tak tersisih di tengah derasnya arus konsumsi Lebaran.

Topik:

Pramono Anung Pemprov DKI Jakarta Jakarta Ramadan Festival 2026 Operasi Pasar Murah Bazar Ramadan UMKM Jakarta Inflasi Jakarta Idulfitri 2026 Ekonomi Jakarta Diskon Ramadan