Berpotensi Uji Support 7.700–7.800, Investor Waspadai Sentimen Global dan Domestik
Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan pelemahan dan menguji level support 7.700–7.800 pada perdagangan Senin (9/2/2026). Potensi ini muncul setelah IHSG pada akhir pekan lalu ditutup turun 2,08% ke level 7.935,2.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa tekanan terhadap pasar saham dipicu oleh sentimen negatif dari penurunan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap dipertahankan di level Baa2 (investment grade).
Sementara itu, S&P Global Ratings menegaskan bahwa volatilitas pasar saham saat ini belum mengubah pandangan mereka terhadap peringkat kredit Indonesia yang masih berstatus outlook stabil.
Namun, S&P juga mengingatkan bahwa pelemahan kondisi fiskal berpotensi menekan peringkat ke depan apabila tidak diimbangi dengan perbaikan di sektor lain.
Dari sisi nilai tukar, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.876 per dolar AS di pasar spot pada Jumat, 6 Februari.
Selain itu, cadangan devisa Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar 154,6 miliar dolar AS, turun dari 156,5 miliar dolar AS pada Desember 2025 yang merupakan posisi tertinggi dalam sembilan bulan terakhir. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang valas pemerintah serta langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia.
Di sektor properti, indeks harga properti residensial tumbuh 0,83% secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025, relatif stabil dibandingkan kuartal III-2025 yang naik 0,84% (yoy). Namun, angka ini menjadi pertumbuhan paling lambat sejak 2023.
Pada pekan ini, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, antara lain indeks kepercayaan konsumen (consumer confidence), penjualan ritel, serta penjualan sepeda motor dan mobil, yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG ditutup di bawah rata-rata pergerakan 5 hari (MA5), namun masih bertahan di atas MA200. Selama IHSG belum mampu menembus kembali level 8.000, indeks berpeluang menguji MA200 di sekitar 7.824.
"Jika IHSG ditutup di bawah MA200, maka potensi penurunan lanjutan mengarah ke area 7.700–7.800," tulis Phintraco Sekuritas.
Jika berdagang saham di hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang patut dicermati pada pekan ini, yakni PANI, TLKM, PNLF, CMRY, INTP, dan ERAL.
Topik:
ihsg phintraco-sekuritasBerita Sebelumnya
Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, 9 Februari 2026
Berita Selanjutnya
OJK Awasi Ketat 6 Asuransi dan 7 Dana Pensiun
Berita Terkait
Asing Catat Jual Bersih Rp1,13 Triliun, IHSG Turun 4,73% Sepanjang 2-6 Februari
3 jam yang lalu
Alarm Serius dari Lembaga Global, Ekonomi Indonesia Diuji Kepercayaan
7 Februari 2026 17:34 WIB