Bahlil Ancam Sanksi Anak Buah usai RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak Awal Tahun

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 22 Januari 2026 18:05 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Foto: Ist)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan terjadinya kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra yang berdampak pada hilangnya potensi produksi minyak mentah sekitar 2 juta barel.

Insiden tersebut terjadi pada pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), yang menyebabkan aliran gas ke produksi minyak Blok Rokan sempat terhenti.

"Kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potential loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun," kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Bahlil menegaskan akan menindak tegas pejabat Kementerian ESDM dan BUMN yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Jadi pipanya yang bocor, tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait karena saya anggap itu sebuah betul terjadi kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami. Tapi, apapun ceritanya, itu kesalahan kami," tegasnya.

Sebelumnya, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa kebocoran pipa gas milik PT TGI telah ditangani. Kini, aliran gas ke produksi minyak blok Rokan kembali berjalan dengan kapasitas maksimal.

Laode mengatakan, pemulihan aliran gas sebenarnya telah dilakukan beberapa hari terakhir, namun belum dibuka sepenuhnya untuk menjaga keselamatan. Hal ini dikarenakan insiden kebakaran di pipa gas tersebut sudah terjadi dua kali.

"Flow-nya sudah dibuka semua maksimal dan tekanannya sudah berada pada tekanan yang layak untuk bisa mendapatkan gas ke tempat-tempat dimana gas tersebut terkirim, termasuk di Rokan," tutur Laode di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Meski demikian, produksi minyak di Blok Rokan belum sepenuhnya pulih. Menurut informasi dari PT Pertamina Hulu Rokan, pemulihan penuh diperkirakan akan selesai dalam dua hari ke depan.

Topik:

menteri-esdm minyak