Kematian El Mencho: Operasi Militer yang Guncang Meksiko dan Dunia

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 25 Februari 2026 18:06 WIB
Bos kartel narkoba di Meksiko, Namesio Oseguera, atau El Mencho (Foto: Repro)
Bos kartel narkoba di Meksiko, Namesio Oseguera, atau El Mencho (Foto: Repro)

Jakarta, MI - Operasi militer yang menegangkan berujung pada tewasnya bos kartel narkoba paling dicari di Meksiko, Namesio Oseguera, atau El Mencho. Aksi pengejaran ini terjadi pada Jumat (20/2/2026), dan baru terungkap beberapa hari kemudian.

Menurut laporan Aljazeera pada Rabu (25/2/2026), informasi intelijen baru yang diperoleh dari salah satu rekan dekat El Mencho, pihak berwenang Meksiko mulai mengepung lokasi di Tapalpa, yang diyakini sebagai tempat El Mencho sembunyi pada (20/2/2026). Dua hari setelahnya, tepatnya Minggu (22/2/2026), pasukan khusus yang didukung oleh Garda Nasional, pesawat militer, dan helikopter mulai menutup area tersebut sebelum fajar tiba.

Ketegangan memuncak ketika anak buah El Mencho menyadari kehadiran pasukan, melepaskan tembakan untuk menghadang. Tentara merespons dengan tembakan balasan, menewaskan beberapa orang yang diduga merupakan anggota CJNG.

Setelah baku tembak pertama, El Mencho bersama anggota lingkaran dekatnya melarikan diri ke kompleks kabin berhutan di dekatnya, tempat terjadinya bentrokan kedua. Akhirnya, tentara menemukan El Mencho yang terluka beserta dua pengawalnya. Ia langsung diterbangkan ke fasilitas medis, namun meninggal dalam perjalanan.

Seorang pejabat pertahanan AS kepada Reuters mengungkap bahwa gugus tugas intelijen yang dipimpin militer AS yang berfokus pada kartel narkoba telah mendukung operasi tersebut.

Pasca-penggerebekan, para bos kartel merespons dengan cepat. Kementerian Pertahanan Meksiko mengidentifikasi seorang tokoh senior JNGC yang dikenal sebagai "El Tuli", tangan kanan El Mencho dan operator keuangan utama dalam kartel, sebagai penyelenggara serangan terkoordinasi di Jalisco.

Pihak berwenang Meksiko mengatakan bahwa ia mengatur penghalang jalan, serangan pembakaran, dan penyerangan terhadap fasilitas pemerintah, dan menawarkan hadiah sebesar 20.000 peso (USD 1.100) untuk pembunuhan setiap anggota militer, setelah operasi pada 22 Februari.

Pada hari yang sama, pasukan keamanan melacaknya ke El Grullo, sebuah kota kecil sekitar 180 km barat daya Guadalajara. Ia mencoba melarikan diri, menembak petugas yang kemudian membunuhnya dalam bentrokan yang terjadi.

Kekerasan pun merebak di berbagai wilayah Meksiko. Anggota kartel membakar kendaraan dan menutup jalan raya di beberapa negara bagian, menciptakan kepanikan massal.

Akibat kepulan asap tebal yang menjulang di beberapa wilayah selatan Meksiko, beberapa maskapai membatalkan penerbangan menuju Puerto Vallarta, kota resor di Pasifik bagian barat Jalisco.

Sekolah dan universitas menangguhkan kegiatan belajar-mengajar, sementara pemerintah setempat meminta warga untuk tetap berada di rumah demi keselamatan.

Pada Senin (23/2/2026), pihak berwenang melaporkan sedikitnya 30 tersangka anggota geng, 25 personel Garda Nasional, dan seorang warga sipil tewas dalam kerusuhan setelah operasi tersebut.

Lebih dari 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian, dan setidaknya 85 pos pemeriksaan terkait kartel pada hari Minggu saja.

Kematian El Mencho menyingkirkan salah satu bos kejahatan paling ditakuti di Meksiko. 

Topik:

kartel-narkoba el-mencho kerusuhan-meksiko